Oversupply, Semen Indonesia Transformasi Jadi Penyedia Solusi Bahan Bangunan

0
182
Dok Semen Indonesia

Terus tergerusnya pasar semen dalam negeri dan tidak terserapnya pasokan semen membuat banyak perusahaan semen dalam negeri bertransformasi. Salah satunya PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR). Peruashaan persemenan ini mengubah haluan bisnisnya menjadi penyedia solusi bahan bangunan.

Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan Semen Indonesia, Sigit Wahono mengatakan transformasi bisnis Semen Indonesia dilakukan untuk menjawab kebutuhan konsumen yang semakin berkembang.

Selain telah mengembangkan cara beroperasi yang ramah lingkungan SIG berkomitmen dalam mengembangkan cara membangun yang mampu menjamin keberlanjutan di masa depan.

Direktur Keuangan Doddy Sulasmono menambahkan perluasan bisnis ini juga dilakukan SIG untuk mengantisipasi kelebihan suplai (oversupply) semen karena mamin banyak pabrik semen yang beroperasi.

“Kita masuk lebih ke hilir. Itu kan upaya-upaya kita untuk fondasi ke depan bisa lepas kendala karena oversupply. Karena produk-produk kita lebih beragam,” ujarnya.

Dengan perluasan bisnis ini, SIG bisa menghemat biaya. Selain itu perluasan bisnis ini juga bagian diversifikasi perusahaan. Menurut Doddy, dengan menjadi penyedia solusi bahan bangunan, SIG bisa lebih berhemat.

“Terus kita ya lebih hemat. Kan prinsipnya sharing ekonomi. Itu kan tidak selalu membangun terus kita menjual. Seperti sekarang banyak kan orang dengan sharing ekonomi dapet nilainya tapi enggak harus kayak zaman dulu invest berapa menghasilkan berapa. Jadi lebih efisien dari semuanya,” ujar Doddy.

Direktur Utama SMGR, Hendi Prio Santoso di Jakarta mengatakan Semen Indonesia melakukan rebranding dan mengubah logo menjadi SIG memiliki makna mendalam yang memiliki nilai-nilai transformasi. Sebelumnya dari perusahaan persemenan menjadi penyedia building material.

Hendi menuturkan, penggantian logo perseroan merupakan bagian dari transformasi untuk memberikan solusi bahan bangunan yang inovatif, terbaru dan bernilai tambah. Ia menjelaskan, inovasi tersebut untuk memperkuat daya saing perseroan di tingkat Asia Tenggara.

“Kami mampu menjadi pioner dalam industri building material yang memberdayakan stakeholder dalam menciptakan sustainable living,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri BUMN, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, saat ini BUMN memang harus cermat terhadap perubahan.”Perusahaan harus beradaptasi terhadap perubahan, karena dapat menyebabkan banyak bisnis yang mati, namun di satu sisi muncul bisnis yang baru,” jelasnya.

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.