Top Mortar Gak Takut Hujan
Home Bisnis Kuliner & Resto Bisnis Fresh & Healthy Drink Laris Manis Seperti di Singapura dan Malaysia

Bisnis Fresh & Healthy Drink Laris Manis Seperti di Singapura dan Malaysia

0
Each-a-Cup-singapore

 

Minuman berbahan dasar jelly yang dapat dengan mudah ditemui di banyak tempat memberi gambaran usaha minuman bubble diterima baik. Tak heran banyak orang tertarik menjajal peruntungan dengan membuka usaha minuman bubble. Each A Cup adalah salah satu waralaba minuman bubble asal Singapura yang masuk Indonesia sejak Mei 2013 dibawah naungan PT Cipta Selera Inti Boga.

“Kami tertarik membawa Each A Cup ke Indonesia karena di Negara asalnya, yakni Singapura juga di Malaysia Each A Cup sangat diminati pelanggan. Karena itu, kami tertarik jadi master franchise Each A Cup dan yakin akan sukses seperti di Singapura dan Malaysia,” ujar Cecilia Velita, Direktur Each A Cup

Lebih lanjut Velita mengatakan di Negara asalnya Singapura, Each A Cup telah memiliki 40 outlet, dan lebih dari 100 outlet di Malaysia. Sedangkan di Indoensia Each A Cup pertama kali membuka outlet di Kelapa Gading. Melihat respons yang positif dari masyarakat, hanya berjarak 6 bulan dari outlet pertama Each A Cup kembali membuka outlet kedua dibilangan Bintaro. Kini Each A Cup telah memiliki 3 outlet yang terletak di Kelapa Gading, Bintaro, dan Kemanggisan.

“Dalam waktu dekat ini kita akan buka lagi dua outlet yang rencananya di Pantai Indah Kapuk dan Hayam Wuruk,” tambah Velita.

Sebagai master franchise di Indonesia, PT Cipta Selera Inti Boga memiliki hak untuk mengembangkan Each A Cup di Indonesia lewat jalur waralaba. Namun baru Desember 2014 ini PT Cipta Selera Inti Boga men-share hak waralaba Each A Cup. Menurut Velita banyak tawaran menjadi Terwaralaba (Mitra) Each A Cup sejak awal beroperasi, namun Velita mengatakan tidak ingin terburu-buru membuka kerja sama waralaba.

“Kami tertarik untuk men-share waralaba Each A Cup karena banyak permintaan dan agar semakin cepat berkembang, dan saya rasa ini waktu yang tepat untuk membuka kerja sama waralaba,” ujar Velita.

Each A Cup.

Velita mengatakan konsep Each A Cup berbeda dari minuman bubble pada umumnya. Jika brand bubble lain telah menyiapkan teh yang telah diolah dalam tempat penyimpanan, tidak demikian dengan Each A Cup dimana teh langsung diolah begitu ada pesanan dengan cara di bru yaitu diseduh sambil diputar dengan alat khusus seperti blender.

Selain itu Each A Cup tidak menggunakan sirup atau pemanis buatan sehingga lebih sehat. “Jadi minuman yang kita hadirkan ke pelanggan lebih fresh dan lebih healty karena kita menggunakan sari buah asli,” terangnya.

Each A Cup menawarkan 70 varian rasa diantaranya Pearl Milk Tea, Jasmine Green Tea, Oolong Milk Tea, Sakura Green Tea, Korean Citron Juice, QQ Korean Citron, Taiwan Pineapple Green Tea, Coffee Milk Tea, Mocha Ice Blended, hingga Taro Ice Blende.

Selain banyak pilihan rasa, Each A Cup juga menawarkan 12 macam varian topping mulai dari Mini Pearls, Big Pearls, Mixed Fruit Jelly, Mesona Jelly, Ai-yu Jely, Yoghurt Popping Boba, Mango Pudding, Almond Agar, Azuki Beans, White Pearls, Lychee Coconut Jelly, dan Passion Fruit Popping Boba.

Harga yang ditawakan cukup bervariasi yaitu mulai dari Rp 17 – 25 ribu/cup dan Rp 3 ribu/topping. Dengan banyaknya pilihan rasa dan harga yang cukup terjangkau tidak heran bila Velita mengaku mampu menjual sekitar 100 – 150 cup per hari. “Jika sedang weekend atau hari libur maka penjualan bisa mencapai dua kali lipatnya,” ujar Velita.

Investasi.

Investasi yang dibutuhkan adalah sebesar Rp 700 juta. Dari nominal tersebut Terwaralaba akan mendapatkan booth island, dessain dekorasi, peralatan usaha, bahan baku awal, dan media promosi berupa brosur. Investasi tersebut belum termasuk sewa tempat dan berlaku untuk kontrak kerja sama selama 5 tahun. Ditambahkan Velita, lokasi yang harus disiapkan oleh Terwaralaba minimal seluas 20 – 25 meter². Yang menarik, Pewaralaba akan mencarikan dan memberikan training karyawan.

Selanjutnya Terwaralaba dikenakan biaya royalty fee sebesar 5% – 10% tergantung dari omset yang didapatkan yang mulai dibayarkan pada bulan ke 2 setelah membuka outlet. Terwaralaba juga diwajibkan membeli bahan baku dari Pewaralaba seperti cup, teh, kopi, dan topping tanpa minimal pembelian.

Velita mengatakan Terwaralaba ditargetkan mampu balik modal dalam waktu 2 tahun. Dengan target penjualan 100 – 150 cup per hari. Dengan demikian, Terwaralaba akan mendapatkan omset sekitar Rp 51 juta/bulan. Setelah dikurangi biaya sewa tempat, royalty fee, dan biaya operasional lainya Terwaralaba akan mengantongi keuntungan bersih sebesar Rp 29 juta/bulan atau 56% dari omset. Untuk mencapai target tersebut faktor lokasi sangat berpengaruh. Menurut sulung dari dua bersaudara ini lokasi yang cocok untuk membuka outlet Each A Cup adalah di mal kelas menengah ke atas.

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Exit mobile version