Top Mortar Gak Takut Hujan
Home Bisnis Kuliner & Resto Belajar dari Jatuh Bangun Mas Jono…. (Bag 2-Selesai)

Belajar dari Jatuh Bangun Mas Jono…. (Bag 2-Selesai)

0
Mie Yamin 33 (dok picdeer.com)

Jono tetap memaksakan dirinya untuk belajar pada temannya saat membuat bakso, dan mempraktekkan apa yang sudah dilihat dan dipelajari ketika di rumah. Dia  mengikuti semua proses pembuatan bakso pada temannya, mulai dari belanja bahan-bahan membuat bakso di pasar, mengolah dan meracik bumbu-bumbu bakso hingga membuat dan membentuk bakso. Tetapi ia hanya dapat melihat saja, tidak diperkenankan untuk memperaktekkannya ditempat temannya tersebut.

Jono memulai lagi bisnis bakso dan mie ayam, meskipun uangnya sudah mulai  menipis karena digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Untuk modal membuka bisnis bakso dan mie ayamnya, ia menggadaikan motor satu-satunya dari hasil menjual minuman untuk modal usaha. Dalam hati Jono sudah berjanji, “Ini adalah usaha terakhir saya di Jakarta, jika usaha terakhir ini gagal maka saya sudah bertekad untuk pulang kampung memboyong keluarga ke Banyumas untuk bertani atau kerja di pasar”.

Bisnis bakso dan mie ayamnya kali ini sukses, berkat usaha serta do’a nya kepada Allah yang tidak pernah berhenti. Dengan modal bahan baku sebesar Rp 1 juta, Jono memperoleh omset sebesar Rp 1,5 juta pada hari pertama buka. Dia merasa senang, bisnisnya semakin hari semakin ramai dikunjungi oleh pelanggan. Omsetnya terus bertambah, dan ia sudah mempunyai beberapa karyawan untuk membantunya ketika berdagang.

Jono semakin sibuk setiap hari, mulai dari waktu subuh dia sudah berbelanja ke pasar, lalu mengolah bahan baku untuk dipersiapkan menjadi barang dagangan, Jono sudah seperti Superman yang mengatasi semua pekerjaan dibisnisnya. Terkadang saking sibuknya melayani pelanggan, hingga lalai dalam mendirikan sholat 5 waktu yang menjadi kewajiban setiap umat muslim. Kesibukan dan kerepotannya dalam berbisnis ini, terus terjadi hingga Ia bertemu dan berdiskusi dengan kenalannya yang juga seorang pebisnis dan pelatih pada bisnis di tahun 2010.

Mereka berdiskusi panjang lebar mengenai bisnis. Dari pertemuan yang tidak disengaja itu, Jono mulai mendapatkan pencerahan tentang bagaimana menjalankan bisnis yang benar dan efektif dari kenalannya tersebut. Tertarik akan ilmu bisnis dan manajemen yang selama ini tidak pernah diketahuinya, Jono tertarik untuk dimentoring oleh pelatih bisnis tersebut pada 2011, agar bisnisnya dapat lebih berkembang lagi.

Gayung pun bersambut, pelatih bisnis yang biasa disebut business coach itu bersedia untuk membimbing Jono agar dapat mencapai impiannya di bisnis. Jono bersedia untuk menginvestasikan uang dan waktunya untuk dibimbing seorang pelatih bisnis 2 sesi dalam sebulan, sesi-sesi coaching atau bimbingan diikuti oleh Jono dengan antusias dan langsung menerapkannya di bisnis. Beberapa bulan setelah mengikuti bimbingan bisnis, Jono baru mengetahui pentingnya pendelegasian didalam bisnisnya.

Kini Jono sudah memiliki 4 cabang bisnis restoran bakso dan mie ayam, dan memiliki 25 orang karyawan. Dengan omset rata-rata sebesar Rp 15 juta/hari. Jono menargetkan akan menambah dua cabang baru setiap tahunnya, bahkan tahun lalu bisnisnya sudah diwaralabakan dan banyak peminat yang ingin bermitra bisnis dengannya. Jono adalah contoh pebisnis sukses yang tidak pernah menyerah ketika menghadapi kegagalan demi kegagalan. Kunci suksesnya adalah kerja keras dan kerja cerdas, persistensi, mau belajar dari ahlinya dan berdo’a pada Allah yang tidak pernah terputus.

Semoga kisah nyata pebisnis sukses ini dapat menginspirasi Anda

 

Oleh:

Vence Ginting, Active Coach

vginting@yahoo.com, coachventing@gmaill.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Exit mobile version