Top Mortar tkdn
Home Ekonomi HET Minyakita Berpotensi Naik, Kemendag Masih Hitung Dampak Harga CPO

HET Minyakita Berpotensi Naik, Kemendag Masih Hitung Dampak Harga CPO

0
HET Minyakita Berpotensi Naik, Kemendag Masih Hitung Dampak Harga CPO (Foto: Kemendag)

Pemerintah bersiap melakukan penyesuaian terhadap HET Minyakita setelah harga minyak goreng rakyat tersebut bertahan pada level yang sama selama lebih dari tiga tahun. Rencana kenaikan harga eceran tertinggi itu diperkirakan akan diputuskan dalam satu hingga dua pekan mendatang setelah melalui pembahasan lanjutan antar kementerian dan lembaga terkait.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan pemerintah telah menyepakati perlunya penyesuaian HET Minyakita. Namun hingga saat ini, besaran harga baru yang akan diterapkan masih dalam tahap perhitungan dan belum mencapai keputusan final.

Menurut Budi, peninjauan ulang harga dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan harga bahan baku utama, yakni crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah, yang sempat mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Perubahan harga bahan baku tersebut dinilai memengaruhi struktur biaya produksi minyak goreng rakyat.

Selain memantau pergerakan harga CPO, pemerintah juga mencermati perkembangan harga tandan buah segar (TBS) yang sempat mengalami penurunan. Faktor-faktor tersebut menjadi dasar dalam menentukan angka baru untuk HET Minyakita agar tetap mencerminkan kondisi pasar yang aktual.

HET Minyakita Akan Disesuaikan dengan Kondisi Bahan Baku

Pemerintah menegaskan bahwa keputusan mengenai penyesuaian harga tidak akan dilakukan secara tergesa-gesa. Penetapan harga baru akan dilakukan setelah kondisi harga bahan baku dinilai cukup stabil sehingga dapat menghasilkan perhitungan yang lebih akurat.

Saat ini, HET Minyakita masih berada di level Rp15.700 per liter. Harga tersebut telah berlaku sejak 2024 dan belum mengalami perubahan meski terjadi berbagai dinamika di sektor minyak sawit nasional maupun global.

Budi menjelaskan bahwa rencana kenaikan harga bukan disebabkan oleh faktor lain di luar biaya produksi. Pemerintah mempertimbangkan aspek keekonomian agar distribusi minyak goreng rakyat tetap berjalan lancar tanpa mengganggu keberlangsungan rantai pasok.

Di sisi lain, penyesuaian harga juga dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen, distributor, dan konsumen. Dengan harga yang sesuai kondisi pasar, pasokan minyak goreng diharapkan tetap tersedia dan mudah diakses masyarakat.

Kementerian Perdagangan menargetkan pembahasan mengenai HET Minyakita dapat diselesaikan dalam waktu dekat. Setelah seluruh kajian rampung dan harga bahan baku menunjukkan stabilitas, pemerintah akan mengumumkan besaran harga baru yang akan berlaku secara nasional.

Exit mobile version