Sasar Pasar Kaki Lima, Omset Bisnis Minuman Susu Capai Puluhan Juta Sebulan

0
11

Berkembangnya kedai kreasi susu sapi aneka rasa di Yogyakarta mendorong  Muhammad Rahaditya dan Bambang Herianto, untuk menekuni usaha sejenis di Jakarta. Apa lagi, susu sapi termasuk bahan minuman menyehatkan yang dapat dikonsumsi banyak kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Sehingg keduanya merasa memiliki pangsa pasar yang luas.

Minuman dari susu yang ditawarkan Adit dan bambang memang jauh lebih istimewa dari kreasi susu yang ada di pasaran. Keduanya menciptakan aneka rasa yang berbeda, seperti rasa pisang, lemon strawberry dan leachy. Mereka mulai berani menggelar  kreasinya  pada bulan September 2012, dengan label Longhorn Fresh Milk.

Tak mau setengah hati membangun bisnis gerai susunya, Adit dan Bambang pun mengeluarkan modal awal sebesar Rp 9 juta. Modal tersebut digunakan untuk membeli peralatan sebesar Rp 2 juta, membuat gerobak Rp 3 juta, membeli bahan baku sebesar Rp 2 juta dan sisa untuk biaya operasional tahun pertama.

Bagikan Brosur. Untuk meningkatkan penjualan, Adit dan Bambang  mempromosikan dagangannya dengan melakukan promosi dari mulut ke mulut dan membagikan brosur serta memberikan tester kepada pengunjung disekitar gerai yang berlalu lalang.

Di depan kedai Longhorn Fresh Milk, Adit dan Bambang juga memasang  banner berwarna merah mencolok, yang bertuliskan label usaha. Adit dan Bambang juga mulai memanfaatkan media sosial seperti facebook dan twitter.

12 Varian Rasa. Sejak awal dirintis, Longhorn Fresh Milk telah menyediakan 12  varian rasa susu. Antara lain rasa Original, Vanilla, Chocolate, Strawberry, Mocca, Lemon, Leachy, Banana, Orange, Chocolate Ginger, Chocolate Cinnamon, dan Vanilla Ginger.  Setiap varian susu dapat dibuat menjadi susu dingin atau juga panas, sesuai permintaan pelanggan. Untuk susu dingin, es batu yang ditambahkan ke dalam gelas saji tidak dikeluarkan dari kemasannya. Sehingga kemurnian susu tidak tercampur dengan lumeran es batu. Harga yang dipatok Adit dan Bambang juga cukup bersaing, berkisar dari Rp 5 ribu sampai Rp 6 ribu per gelas.

Untuk susu rasa buah, Adit dan Bambang menambahkan flavor yang diracik sendiri. Bila ditelisik lebih dalam, flavour tersebut mirip seperti simple syrup yang ditambahkan perasa berupa essence. Keduanya memang sengaja tidak menggunakan flavor berupa sirup rasa buah yang banyak beredar di pasaran. Karena umumnya mengadung pengawet dan pemanis buatan.

Untuk bahan utama berupa susu, Longhorn Fresh Milk menggunakan susu sapi murni. Dibanding susu kambing atau susu kuda, rasa susu sapi dinilai lebih gurih dan light. Serta tidak awam di lidah kebanyakkan orang. Susu sapi disediakan setiap hari dalam keadaan segar. Dan diperah dari peternakan sapi di Kebagusan-Jakarta Selatan.

Susu Favorit. Salah satu racikan susu ala Longhorn Fresh Milk yang selalu diburu para pelanggan adalah Chocolate Cinnamon panas. Saat pesanan datang, susu direbus bersama satu ruas kayu manis dalam panci berdiameter 20 inci, di atas api kecil selama 5 menit. Setelah mendidih, ditambahkan irisan dark cooking chocolate dan gula pasir, lalu kembali direbus hingga cokelat larut. “Selama merebus, susu harus terus diaduk agar tidak pecah,” terang Adit. Setelah matang  susu disaring, sambil dituangkan ke dalam gelas saji.

Dalam satu hari, Adit dan Bambang mampu menjual 100 gelas susu sapi aneka rasa dengan pendapatan sebesar Rp 600 ribu. Sedangkan pada akhir pekan Longhorn Fresh Milk mampu menjual dua kali lipat dari hari biasa yaitu 200 gelas susu atau sebesar Rp 1,2 juta . Jika diakumulasikan dalam hitungan per bulan penjualan susu bisa mencapai Rp 22,8 juta Keuntungan pun cukup mengiurkan, yakni 60% atau Rp 13,8 juta.

Meningkatnya penikmat susu sapi aneka rasa di Jakarta membuat Adit dan Bambang berencana melakukan ekspansi usaha dengan membuka beberapa cabang. “Saat ini kami masih mencari dan survey tempat yang cocok untuk kami jadikan tempat usaha berikutnya, serta menghadirkan kreasi susu yang berbeda,” tutup Adit