
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali menggelar ajang tahunan Cosmetic Day 2025, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pertumbuhan dan kolaborasi pelaku industri kosmetik nasional. Acara ini menjadi ruang temu antara pengusaha besar, pelaku IKM, serta berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan industri berbasis bahan alami dan kearifan lokal.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pelaku industri kosmetik di Indonesia memiliki keunggulan kompetitif yang tak dimiliki banyak negara lain. Menurutnya, kemampuan industri dalam mengolah tradisi kecantikan nusantara menjadi produk modern adalah modal kuat untuk bersaing di pasar global.
“Indonesia punya warisan panjang dalam perawatan tubuh dan kecantikan. Bahan alami seperti rempah, minyak atsiri, dan ekstrak tumbuhan tropis bisa menjadi nilai jual yang luar biasa. Tugas kita adalah mengemas potensi ini menjadi produk yang berstandar internasional,” ujar Agus saat membuka Cosmetic Day 2025 di Jakarta, Rabu (5/11).
Indonesia Menuju Pusat Industri Kosmetik Halal Dunia
Menperin menyebutkan bahwa momentum pertumbuhan pelaku industri kosmetik harus dimanfaatkan untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat industri kosmetik halal dunia. Ia menilai, peningkatan kesadaran global terhadap produk aman, etis, dan berkelanjutan membuka peluang besar bagi Indonesia untuk tampil sebagai pemain utama.
Pemerintah juga menegaskan komitmennya dalam memperkuat daya saing industri melalui kebijakan sertifikasi halal wajib pada tahun 2026, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2021. Langkah ini diyakini mampu memperluas akses pasar produk kosmetik Indonesia di ranah internasional, terutama di negara-negara dengan populasi muslim besar.
“Indonesia tidak boleh hanya menjadi konsumen besar produk global. Kita harus bertransformasi menjadi produsen utama yang berdaya saing dan mampu menembus pasar internasional dengan kekuatan inovasi dan bahan baku lokal,” tegas Agus.
Kolaborasi untuk Kemandirian Bahan Baku Lokal
Cosmetic Day 2025 yang berlangsung pada 4–7 November di Gedung Kemenperin, Jakarta, menghadirkan lebih dari 40 peserta, mulai dari industri kecil dan menengah hingga merek kosmetik nasional terkemuka. Tahun ini, acara mengusung tema “Lokal Kualitas Global”, yang mencerminkan semangat pelaku industri kosmetik lokal dalam menciptakan produk berkelas dunia dengan bahan alami khas Indonesia.
Produk-produk seperti Sentuh, Biotalk, Aquila, dan Bali Alus turut memamerkan inovasi kosmetik berbasis bahan tropis, termasuk minyak kemenyan, ekstrak tanaman hutan, dan minyak atsiri yang memiliki potensi tinggi untuk pasar skincare dan parfum premium.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menegaskan pentingnya sinergi antar pelaku industri, lembaga riset, dan penyedia bahan baku agar rantai pasok kosmetik nasional semakin kuat.
“Ke depan, produk kosmetik Indonesia tidak hanya dikenal karena kemasannya yang menarik, tetapi juga karena kualitas formulasi dan kekuatan bahan baku lokalnya,” ujar Reni.




