Di hari Jadi ke-36 JEC Terapkan Teknologi Semi-Robotic

0
93
Dok: kongkrit.com

Rumah Sakit spesialis mata dengan standar layanan internasional JEC, kembali menggelar ajang tahunan berkelas internasional JECIM (JEC International Meeting) ke-4 dan World Congress of Ophthalmic of Anesthesia ke-5, mengambil tema besar ‘Vision Of Perfection.’ Gelaran yang menjadi bagian dari perayaan hari jadi JEC ke-36.

Dalam sambutan pembuka, Dr. Setiyo Budi Riyanto, SpM(K); Direktur Utama RS JEC @ Menteng, Kepala Bedah Refraktif JEC dan Ketua Panitia JECIM 2020 menyampaikan tahun 2020 merupakan tahun istimewa bagi para Dokter spesialis mata dan para praktisi dibidang pelayanan kesehatan mata, tahun pencapaian Vision 2020 – dimana penduduk dunia, khususnya mereka yang mengalami kebutaan berhak memiliki penglihatan optimal dan penyebab utama kebutaan dapat dieliminasi.

“JECIM menjadi forum yang sangat bermanfaat bagi dunia kedokteran di Indonesia, khususnya kesehatan mata, untuk mengembangkan diri dan potensi melalui agenda simposium, workshop dan lecture. Pada JECIM 2020 kali ini, kami memperkenalkan teknologi semi-robotic surgery pada operasi katarak dan retina – dilengkapi dengan modern microscope dan Ophthalmic Trauma Service yang menyediakan penanganan komprehensif bagi pasien dengan trauma pada mata,” ujar Dr. Setiyo Budi Riyanto.

Sejalan dengan upaya JEC menjadi yang terdepan dalam pelayanan kesehatan, setelah menghadirkan layanan FLACS (Femtosecond Laser-Assisted Cataract Surgery) – dimana keseluruhan proses operasi katarak menggunakan laser, tanpa pisau bedah, kini JEC membuat terobosan menjadi pionir di Indonesia dalam mengimplementasikan teknologi semi-robotic guna mendukung tindakan operasi katarak dan retina dan membuka Ophthalmic Trauma Service guna memastikan pasien dengan trauma mata mendapatkan penanganan komprehensif.

Dalam melakukan operasi katarak dan retina, para dokter mengandalkan mikroskop untuk dapat mendapatkan tampilan mata secara menyeluruh (top-down).

Teknologi semi-robotic surgery telah diimplementasikan di JEC, dilengkapi dengan digital microscope dengan high-quality optics sehingga tim medis dapat melihat detail intraocular dengan sangat baik.

Teknologi ini hanya membutuhkan intensitas cahaya kecil, sehingga pasien tidak merasa silau dan lebih nyaman, hal ini membantu tim medis selama proses operasi karena pasien lebih kooperatif.

“Keberadaan digital microscope dengan resolusi yang lebih tinggi, memungkinkan kami mendapatkan tampilan tiga dimensi yang jelas dan lebih nyata dari mata pasien, detail setiap bagian hingga ke jaringan kecil. Bagi para dokter, digital microscope ini juga membuat lebih nyaman, efektif dan efisien. Dengan tampilan tiga dimensi, dokter dapat menjangkau dengan mudah bagian yang sulit terlihat dan meminimalkan trauma pascaoperasi pada pasien,” kata Dr. Elvioza, SpM(K); Ketua Retina Service dan Dokter Spesialis Mata Subspesialis Vitreoretina JEC.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.