Penguatan Industri Manufaktur dan Elektrifikasi Jadi Fokus, Toyota Perkuat Basis Produksi Indonesia

0
7
Penguatan Industri Manufaktur dan Elektrifikasi Jadi Fokus, Toyota Perkuat Basis Produksi Indonesia
Penguatan Industri Manufaktur dan Elektrifikasi Jadi Fokus, Toyota Perkuat Basis Produksi Indonesia (Dok Foto: Ekon)
Pojok Bisnis

Upaya penguatan industri manufaktur terus didorong pemerintah melalui peningkatan produktivitas, teknologi, kualitas sumber daya manusia, hingga pengembangan rantai pasok. Sektor otomotif menjadi salah satu industri yang dinilai memiliki posisi strategis karena melibatkan banyak sektor, mulai dari industri komponen, logistik, jasa, hingga berbagai usaha pendukung.

Hal tersebut menjadi perhatian dalam kunjungan kerja Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso ke Nagoya, Jepang. Pada Jumat (18/9), Susiwijono mengunjungi Toyota Commemorative Museum of Industry and Technology (TCMIT) untuk melihat secara langsung perjalanan pengembangan teknologi dan budaya manufaktur Toyota.

Dalam kunjungan tersebut, Susiwijono didampingi Vice President/Director PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) I Nyoman Winaya, Director TMMIN H. Watanabe, serta Advisor BOD TMMIN Bob Azam.

TCMIT sendiri berdiri di lokasi yang menjadi bagian penting dari sejarah awal Toyota. Fasilitas tersebut memperlihatkan perkembangan teknologi Toyota, mulai dari industri tekstil hingga otomotif. Konsep yang ditampilkan juga menempatkan riset, kreativitas, dan manufaktur sebagai unsur penting dalam membangun kemampuan industri.

PT Mitra Mortar indonesia

Menurut Susiwijono, perjalanan Toyota menunjukkan bahwa inovasi dan penguasaan teknologi harus berjalan beriringan dengan pengembangan sumber daya manusia. Pengalaman tersebut dinilai relevan bagi Indonesia dalam memperkuat daya saing industri sekaligus meningkatkan posisi dalam rantai pasok global.

Penguatan Industri Manufaktur Didukung Ekosistem Otomotif

Hubungan Toyota dengan Indonesia telah berlangsung lebih dari lima dekade. Dalam periode tersebut, Toyota Indonesia telah memproduksi 10 juta unit kendaraan, dengan lebih dari 3 juta unit di antaranya diekspor ke lebih dari 100 negara.

Investasi Toyota Group di Indonesia juga telah mencapai sekitar Rp100 triliun. Ekosistem tersebut melibatkan lebih dari 360.000 tenaga kerja dan memiliki tingkat kandungan lokal lebih dari 80 persen.

Capaian tersebut memperlihatkan peran Indonesia yang semakin luas dalam rantai produksi Toyota. Indonesia tidak hanya menjadi pasar kendaraan, tetapi juga berkembang sebagai basis manufaktur dan ekspor.

Ekosistem itu diperkuat lebih dari 240 pemasok Tier-1 serta sekitar 520 pemasok Tier-2 dan Tier-3. Keterhubungan antarpelaku usaha tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan industri manufaktur, terutama untuk meningkatkan kemampuan industri domestik dalam menghasilkan produk bernilai tambah.

Pemerintah melihat pengalaman Toyota sebagai gambaran bagaimana investasi, teknologi, SDM, industri komponen, dan ekspor dapat dibangun dalam satu ekosistem yang terintegrasi.

Penguatan Industri Manufaktur Masuk Era Elektrifikasi

Tantangan berikutnya muncul dari perubahan industri otomotif menuju kendaraan elektrifikasi. Toyota Indonesia kini turut mengembangkan kemampuan produksi kendaraan elektrifikasi sekaligus memperluas rantai pasok domestik.

Pada April 2026, TMMIN mengumumkan kerja sama strategis dengan Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL) untuk mengembangkan produksi baterai kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Nilai investasi proyek tersebut mencapai Rp1,3 triliun dan mencakup pengembangan sel serta modul baterai.

Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu basis ekspor baterai Toyota ke pasar global mulai semester kedua 2026. Perkembangan tersebut membuka peluang baru dalam penguatan industri manufaktur, termasuk pengembangan industri komponen, baterai, teknologi daur ulang, serta kompetensi tenaga kerja.

Susiwijono menilai transformasi tersebut dapat meningkatkan nilai tambah di dalam negeri sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai kendaraan elektrifikasi global. Karena itu, penguatan industri manufaktur perlu berjalan seiring dengan penguasaan teknologi dan kesiapan SDM agar peluang dari perubahan industri dapat dimanfaatkan secara optimal.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan