Harga Minyak Naik Lagi di pasar internasional setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kebijakan baru terkait Selat Hormuz dan pelabuhan Iran. Langkah tersebut memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap kelancaran distribusi minyak mentah dunia, sehingga mendorong lonjakan harga pada perdagangan terbaru.
Mengutip data perdagangan internasional, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak Agustus melonjak sekitar 3,2 persen hingga menyentuh level US$80,64 per barel. Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman September naik 3,57 persen menjadi US$86,27 per barel, melanjutkan penguatan signifikan yang telah terjadi pada sesi sebelumnya.
Kenaikan tersebut dipicu oleh keputusan Washington yang berencana mengenakan biaya bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Jalur pelayaran ini selama bertahun-tahun menjadi salah satu rute paling vital bagi pengiriman minyak dunia sehingga setiap perubahan kebijakan langsung memengaruhi sentimen pasar energi global.
Kebijakan Trump Perbesar Risiko Gangguan Pasokan
Donald Trump menyatakan Amerika Serikat akan menerapkan pungutan sebesar 20 persen terhadap seluruh kargo yang melewati Selat Hormuz. Menurutnya, biaya tersebut merupakan kompensasi atas peran AS dalam menjaga keamanan jalur pelayaran yang menjadi pusat distribusi minyak internasional.
Selain kebijakan tarif, Washington juga mengumumkan pemberlakuan kembali blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran yang berada di sekitar kawasan tersebut. Komando Pusat Amerika Serikat menyebutkan kebijakan itu mulai diterapkan pada 14 Juli 2026 waktu setempat.
Langkah tersebut membuat Harga Minyak Naik Lagi karena pasar menilai potensi terganggunya arus pasokan minyak mentah semakin besar. Selat Hormuz selama ini menjadi jalur utama pengiriman energi dari kawasan Timur Tengah menuju berbagai negara di dunia.
Lembaga keuangan Citi turut mengingatkan bahwa kebijakan terbaru pemerintah AS berpotensi meningkatkan ketegangan geopolitik. Menurut analis Citi, risiko konflik yang lebih luas dapat membuat harga energi bertahan pada level tinggi dalam waktu yang lebih lama.
Pasar Energi Terus Mencermati Situasi Timur Tengah
Dalam pernyataannya melalui Truth Social, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan berperan sebagai penjaga keamanan Selat Hormuz. Ia menilai seluruh kapal dagang yang melintasi kawasan tersebut sudah seharusnya membayar biaya pengamanan kepada pemerintah AS.
Pernyataan itu semakin memperkuat sentimen pasar sehingga Harga Minyak Naik Lagi di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan global. Para pelaku industri energi kini terus memantau perkembangan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran karena setiap eskalasi baru berpotensi memengaruhi distribusi minyak dunia.
Sejumlah analis memperkirakan volatilitas harga masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Selama ketegangan geopolitik belum mereda, Harga Minyak Naik Lagi diperkirakan tetap menjadi risiko yang harus diantisipasi oleh pasar komoditas maupun negara-negara pengimpor energi.





