Top Mortar tkdn
Home Bisnis Optimisme Pelaku Industri Menguat, IKI Oktober Tembus Zona Ekspansi

Optimisme Pelaku Industri Menguat, IKI Oktober Tembus Zona Ekspansi

0
Optimisme Pelaku Industri Menguat, IKI Oktober Tembus Zona Ekspansi (Foto Ilustrasi)

Di tengah dinamika perekonomian global yang terus berfluktuasi, optimisme pelaku industri di Indonesia tetap terjaga dan bahkan menunjukkan penguatan sepanjang Oktober 2025. Kondisi ini tergambar dari capaian Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang kembali menguat dan menegaskan bahwa optimisme pelaku industri tidak surut meski tekanan ekonomi internasional masih terasa.

Dengan skor 53,50, indeks berada di atas batas ekspansi dan meningkat dibandingkan September lalu yang mencatat angka 53,02. Angka ini juga lebih tinggi dari capaian periode yang sama tahun sebelumnya. Konsistensi optimisme pelaku industri tersebut menegaskan bahwa sektor manufaktur masih menjadi motor penggerak utama perekonomian nasional.

Sinyal positif bagi sektor manufaktur turut ditopang oleh stabilitas kebijakan moneter dan fundamental ekonomi domestik. Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen pada Oktober 2025. Kebijakan ini memberi ruang bagi pelaku usaha untuk terus mengakses pembiayaan dengan suku bunga yang lebih terkendali, sehingga mendorong aktivitas produksi dan investasi. Selain itu, surplus neraca perdagangan yang sudah bertahan selama lebih dari lima tahun juga memperkuat keyakinan pasar bahwa Indonesia mampu bertahan di tengah ketidakpastian global.

Mayoritas Subsektor Tetap Ekspansif

Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arif, menyampaikan bahwa dari 23 subsektor industri pengolahan yang dipantau, sebanyak 22 subsektor berada dalam fase ekspansi. Kontribusinya bahkan mencapai hampir seluruh struktur industri pengolahan nonmigas nasional. Satu-satunya subsektor yang masih tertekan adalah industri tekstil, yang saat ini menghadapi perlambatan permintaan dalam negeri dan peningkatan arus impor bahan baku.

Di sisi lain, dua subsektor yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi adalah industri pengolahan tembakau serta industri kertas dan produk turunannya. Keduanya mendapat dorongan dari meningkatnya permintaan lokal dan ekspor. Sektor berbasis kayu dan rotan juga menunjukkan pergerakan positif seiring meningkatnya pemesanan dari pasar Jepang dan Eropa menjelang akhir tahun.

Pemerintah juga menyatakan dukungan terhadap komitmen Menteri Keuangan dalam memperkuat perlindungan industri nasional melalui langkah pemberantasan produk ilegal seperti rokok tanpa pita cukai dan pakaian impor bekas. Menurut Febri, kebijakan itu menjadi bagian dari upaya menjaga persaingan usaha tetap sehat dan melindungi produsen dalam negeri.

Produksi Masih Dalam Tahap Penyesuaian

Meski indeks membaik, variabel produksi masih berada dalam zona kontraksi. Hal ini menandakan pelaku industri tetap berhati-hati menambah kapasitas produksi karena sebagian permintaan masih dipenuhi dari stok yang sudah tersedia. Namun lonjakan permintaan kemasan berbahan kertas dan meningkatnya penjualan kendaraan listrik — yang tembus 55.225 unit hingga September 2025 — memberi sinyal pemulihan konsumen terus bergerak.

Program Bangga Buatan Indonesia juga ikut mendorong peningkatan serapan produk furnitur lokal melalui sistem pengadaan pemerintah dan tumbuhnya permintaan dari pasar ekspor.

Baik industri berorientasi ekspor maupun domestik mencatat pertumbuhan indeks, yang masing-masing berada pada zona ekspansi. Kenaikan ini menggambarkan bahwa peningkatan belanja pemerintah dan permintaan konsumen menjadi katalis utama pemulihan sektor riil menjelang akhir tahun.

Exit mobile version