SDM Berkualitas untuk Industri Alat Berat: Peran Penting Kolaborasi Pendidikan dan Industri

0
152
SDM Berkualitas untuk Industri Alat Berat: Peran Penting Kolaborasi Pendidikan dan Industri
SDM Berkualitas untuk Industri Alat Berat: Peran Penting Kolaborasi Pendidikan dan Industri (Dok Foto: Kemenperin)
Pojok Bisnis

Industri alat berat memiliki peran krusial dalam mendukung aktivitas di berbagai sektor seperti konstruksi, pertambangan, dan kehutanan. Peningkatan permintaan produk alat berat ini juga berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Menurut data dari Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi), produksi alat berat nasional pada tahun 2023 mencapai 8.066 unit. Permintaan terbesar adalah untuk hydraulic excavator sebanyak 6.791 unit, diikuti oleh bulldozer sebanyak 727 unit, dump truck 513 unit, dan motor grader 35 unit.

Untuk meningkatkan kinerja industri alat berat, Kementerian Perindustrian menggalakkan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Salah satu inisiatifnya adalah dengan memaksimalkan pendidikan vokasi guna mencetak tenaga kerja industri yang kompeten.

“Kementerian Perindustrian berkomitmen untuk terus memperbaiki dan mengembangkan pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja saat ini,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada Kamis (13/6).

PT Mitra Mortar indonesia

Kerja Sama Politeknik STMI dan PT Komatsu

Sebagai upaya peningkatan kompetensi SDM industri alat berat, Politeknik STMI Jakarta telah bekerja sama dengan PT. Komatsu Indonesia dalam program pendidikan setara Diploma 1 untuk studi manufaktur alat berat. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Masrokhan, mengungkapkan bahwa kerja sama ini telah menghasilkan peningkatan yang signifikan pada alumni.

Saat mengunjungi pabrik PT Komatsu Indonesia, Kepala BPSDMI bersama Presiden Direktur PT Komatsu Indonesia, Jamalludin, dan Direktur Politeknik STMI Jakarta, Amrin Rapi, menyaksikan presentasi dari beberapa lulusan program D1.

Sarni Mulyani, alumni D1 Batch 4, misalnya, berhasil merancang dan membuat jig untuk handling pump dan stand khusus pump yang mempercepat proses pemasangan Main Pump Engine dari 90 menit menjadi 80 menit.

Kalimi Budi Waspodo, alumni D4 Batch 1, berhasil meningkatkan kapasitas proses Main Frame dengan mengurangi pemborosan sehingga kapasitas meningkat dari 35 unit menjadi 54 unit per bulan. Desi Kwintoko, alumni Batch 1 lainnya, berhasil mengimplementasikan Lean Manufacturing dengan metode Value Stream Mapping (VSM) yang meningkatkan kapasitas proses dari 30 unit menjadi 60 unit per bulan.

Komitmen Berkelanjutan untuk SDM Kompeten

Keberhasilan ini membuktikan bahwa kerja sama pendidikan vokasi dengan industri alat berat sangat efektif dalam membentuk SDM yang terampil dan kompeten. Kemenperin berkomitmen untuk terus mengurangi kesenjangan kompetensi antara dunia industri dan pendidikan agar menghasilkan SDM yang siap kerja tanpa perlu retraining.

Presdir PT Komatsu Indonesia, Jamalludin, menekankan pentingnya kelanjutan program Diploma I Manufaktur Alat Berat karena terbukti bermanfaat dalam memberikan pemahaman teknis industri serta orientasi perusahaan. Keberhasilan alumni ini diharapkan dapat meningkatkan minat pendaftaran pada Politeknik STMI Jakarta.

“Program ini menunjukkan bahwa lulusan memiliki kompetensi yang baik untuk meningkatkan produktivitas perusahaan,” ungkapnya.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan