Pertumbuhan Industri Manufaktur Melampaui Ekspektasi, Perekonomian Indonesia Kokoh di Tengah Ketidakpastian Global!

0
231
Pertumbuhan Industri Manufaktur Melampaui Ekspektasi, Perekonomian Indonesia Kokoh di Tengah Ketidakpastian Global!
Pertumbuhan Industri Manufaktur Melampaui Ekspektasi, Perekonomian Indonesia Kokoh di Tengah Ketidakpastian Global! (Dok Foto: Kemenperin)
Pojok Bisnis

Dalam menghadapi kondisi global yang belum stabil, perekonomian Indonesia berhasil mempertahankan pertumbuhan yang stabil, khususnya pada sektor industri manufaktur. Pertumbuhan PDB industri manufaktur Indonesia selama periode 2014-2022 mencapai 3,44 persen, melampaui rata-rata pertumbuhan dunia dan OECD menurut data World Bank.

Kontribusi sektor ini terhadap PDB mencapai 19,9 persen, dengan Manufacturing Value Added Indonesia pada tahun 2021 mencapai USD288 miliar menunjukkan bahwa Indonesia merupakan kekuatan utama dalam industri manufaktur global.

Kontribusi Sektor Manufaktur terhadap Ekspor Indonesia

Ekspor produk industri nonmigas juga mencapai puncaknya, menyumbang 72,24 persen dari total ekspor Indonesia pada tahun 2023.

Selain itu, sektor ini mampu menyerap tenaga kerja hingga 19,29 juta orang, menandakan pertumbuhan sebesar 23,5 persen sejak tahun 2014. Investasi sektor industri yang mencapai Rp3.031,85 triliun selama satu dekade turut menegaskan kekuatan industri manufaktur Indonesia di tengah resesi global.

Top Mortar gak takut hujan reels

Indeks Ekonomi dan Keyakinan Pelaku Usaha

Prestasi ini juga tercermin dari indeks ekonomi, di mana Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur menunjukkan ekspansi selama 29 bulan berturut-turut. Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Februari 2024 menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 0,21 poin dibandingkan dengan Januari 2024, mencapai angka 52,56.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Febri Hendri Antoni Arif, menjelaskan bahwa peningkatan IKI ini dipengaruhi oleh peningkatan nilai pada 17 subsektor industri.

Faktor Pendukung dan Penghambat Pertumbuhan

Pemilu 2024 dan mendekatnya bulan Ramadan serta Hari Raya Idulfitri turut memberikan optimisme bagi pelaku usaha terhadap perekonomian domestik.

IKI diprediksi akan terus meningkat pada Maret 2024. Kondisi umum kegiatan usaha pada Februari 2024 menunjukkan peningkatan, dengan lebih dari 31,7 persen responden melaporkan peningkatan kondisi usaha mereka.

Selain itu, optimisme pelaku usaha terhadap enam bulan ke depan juga meningkat menjadi 71,0 persen, sementara tingkat pesimisme turun menjadi 7,9 persen. Ini mencerminkan persepsi terbaik sejak IKI pertama kali dirilis.

Namun, beberapa subsektor, seperti industri kulit, industri minuman, dan industri makanan, mengalami penurunan produksi yang signifikan, seiring dengan peningkatan biaya logistik akibat krisis di Laut Merah dan ketegangan geopolitik yang menghambat pengiriman bahan baku.

Perang Rusia-Ukraina juga berdampak pada ketersediaan Kalium sebagai bahan baku pupuk NPK, menyebabkan tantangan tambahan bagi sektor industri.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan