Mengenalkan Beragam Jenis Biji Kopi Indonesia di Australia

(Ilustrasi: pexels/Juan Pablo Serrano Arenas)

Sydney – Promosi biji kopi Indonesia melalui Indonesian Coffee Cupping dilakukan di Sydney, Australia. Acara ini telah dilakukan sebanyak tiga kali yaitu pada 2 Desember, 25 November, dan 18 November lalu.

Acara ini terselenggara ata kerjasama Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Sydney dan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kemendag berkolaborasi dengan Opal Coffee dan The Q Coffee.

Pada sesi coffee cupping kali ini, ITPC Sydney memperkenalkan kopi robusta Indonesia khususnya yang berasal dari beberapa daerah di Indonesia, seperti Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Bengkulu, Lampung, dan Sumatera Selatan. Namun demikian, terdapat juga biji kopi arabica yang juga turut dipromosikan, yaitu berasal dari Sulawesi Selatan, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, dan Aceh.

Indonesian Coffee Cupping dibuka pada 18 November 2021 oleh Konsul Jenderal(Konjen) RI untuk NSW, SA, dan Queensland, Vedi Kurnia Buana dan dihadiri Atase Perdagangan Canberra Agung Wicaksono.

“Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan untuk petani kopi di Indonesia yang mengalami kesulitan akibat banyaknya kedai kopi di Indonesia yang sementara tutup akibat pandemi Covid-19. Selain itu, sekaligus bertujuan membuka akses pasar ekspor Indonesia di pasar Australia melalui pemanfaatan Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA),” kata Direktur Jenderal PEN Kemendag Didi Sumedi.

Dengan telah diimplementasikannya IA-CEPA, lanjut Didi, peluang pasar kopi Indonesia di Australia semakin besar. “Harga kopi kita juga tidak kalah dengan kopi dari Amerika Selatan karena secara geografis, Indonesia adalah tetangga Australia jadi pasti biaya logistik lebih rendah,” imbuh Didi.

Didi menyampaikan, untuk mendukung perluasan pasar kopi Indonesia di Australia, Ditjen PEN sudah melakukan pengiriman sampel biji kopi dari seluruh Indonesia untuk dipromosikan melalui ITPC Sydney kepada importir dan roaster di Australia.

Kepala ITPC Sydney Ayu Siti Maryam menjelaskan, acara ini diselenggarakan karena pameran kopi terbesar di Australia, Melbourne International Coffee Expo(MICE), batal dilaksanakan tahun ini akibat pandemi Covid-19. “Dengan pembatalan pameran ini, ITPC Sydney harus mencari cara baru untuk tetap mempromosikan produk Indonesia. Sehingga terciptalah mini pameran kopi Indonesia di kantor ITPC Sydney. Ke depan, harapannya akan semakin banyak roaster dan barista Australia yang mengenal biji kopi Indonesia, terutama jenis robusta,” ungkap Ayu.

Ayu menuturkan, selama tiga hari, acara ini dihadiri sebanyak 10 pemilik kedai kopi dan barista di Sydney. “Menurut mereka, biji kopi Indonesia adalah salah satu yang terbaik di dunia. Mereka mengaku memang lebih sering memakai biji kopi arabica dibanding robusta karena masyarakat Australia lebih menyukai jenis minuman kopi yang tidak terlalu pahit. Masyarakat Australia lebih menyukai latte yang tidak terasa pahit dan lebih banyak susu. Namun demikian, permintaan akan kopi robusta mengalami tren kenaikan sehingga mereka sedang mencari biji kopi robusta dari berbagai negara, salah satunya Indonesia,” jelas Ayu.

Dari 11 kopi yang disajikan, pilihan pertama peserta coffee cupping yang paling diminati untuk robusta adalah biji kopi dari Jangsi dan Pagar Alam, Sumatra Selatan. Sedangkan untuk arabica adalah biji kopi Sidikalang, Sumatra Utara; dan Aceh. Menurut Konjen Vedi, Indonesia memproduksi sekitar 5,5 persen dari total produksi kopi dunia dan salah satu negara yang memiliki jenis asal kopi terbanyak.

“Setiap kopi berbeda, memiliki rasa yang khas dan unik. Saya harap ketika Anda berpikir tentang kopi, Anda berpikir Indonesia,” ujarnya.

Atase Perdagangan Canberra Agung Wicaksono menambahkan, hingga saat ini penjualan terbesar kopi Indonesia ke Australia adalah kopi arabica.

“Untuk itu, kami mulai mencoba menjajaki kopi robusta kepada para pemilik kedai kopi dan barista Australia. Kami tidak menyangka antusiasmenya besar. Kami berharap,masyarakat Australia mulai teredukasi dengan varian kopi lain selain arabica,” tutup Agung.

Pada periode Januari—September 2021, ekspor Indonesia ke Australia tercatat sebesar USD 2,46miliar atau naik 36,14persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Sedangkan pada 2020, ekspor Indonesia ke Australia tercatat sebesar USD 2,50 miliar, atau meningkat 7,61 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD 2,33 miliar.