1.000 Peserta Dibimbing untuk Penilaian Mandiri Penerapan Industri 4.0

0
9

Jakarta – Transformasi digital di sektor industri diyakini dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing. Langkah ini diharapkan membawa dampak yang luas bagi perekonomian nasional mulai dari masuknya investasi hingga penambahan jumlah tenaga kerja baru.

“Transformasi digital ini bisa meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan nilai tambah sektor industri sehingga bisa lebih berdaya saing global,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Jumat (12/11).

Guna mengakselerasi penerapan industri 4.0 di Indonesia, Kemenperin telah menginisiasi alat acuan yang digunakan pemerintah dan industri untuk mengukur kesiapan sektor manufaktur bertransformasi menuju industri 4.0. Konsep penilaian ini dinamakan Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0).

“Sebagai bagian dari upaya tersebut, kami menyelenggarakan bimtek self-assessment INDI 4.0 sebagai langkah mempercepat transformasi industri 4.0 sesuai program prioritas peta jalan Making Indonesia 4.0,” tutur Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin Doddy Rahadi.

Kepala BSKJI menjelaskan, mekanisme INDI 4.0 telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pengukuran Tingkat Kesiapan Industri dalam Betransformasi menuju Industri 4.0. “Di dalamnya terdapat lima pilar dan 17 bidang, meliputi pilar manajemen dan organisasi, orang dan budaya, produk dan layanan, teknologi, dan operasi pabrik,” sebutnya.

Pelaksanaan bimtek self-assessment INDI 4.0 sebagai upaya Kemenperin memberikan pemahaman kepada stakeholder dalam melakukan pengisian assessment INDI 4.0. “Kami juga berikan contoh kasus implementasi industri 4.0 oleh para national lighthouse dan champion INDI 4.0 agar memudahkan para stakeholder mengetahui hasil-hasil implementasi industri 4.0 di lapangan,” papar Doddy.

Perusahaan industri yang telah mengisi self-assessment INDI 4.0, juga diberikan kesempatan untuk pembahasan serta rekomendasi hasil pengisian mandiri assessment INDI 4.0 tersebut. “Memang prioritas awal untuk penerapan industri 4.0 ini ada di tujuh sektor, yaitu industri makanan dan minuman, tekstil dan busana, kimia, otomotif, elektronika, farmasi, serta alat kesehatan. Namun, kami juga memberi dukungan kepada sektor lain dalam bertransformasi menuju industri 4.0,” imbuhnya.

Pada acara bimtek self-assessment INDI 4.0, Sekretaris Jenderal Kemenperin, Dody Widodo juga turut menjelaskan, strategi transformasi industri 4.0 merupakan salah satu solusi untuk tetap produktif di masa pandemi Covid-19 serta dengan tetap memenuhi prosedur dan protokol kesehatan.

“Dalam kondisi seperti ini, semakin banyak perusahaan yang proaktif untuk bertransformasi menuju industri 4.0. Tentunya akan semakin besar peluang pelaku industri untuk tetap kompetitif dan mampu untuk berdaya saing,” ungkapnya.