Harga Bitcoin Tertahan di US$81.970, Arus Dana ETF Mulai Menguat

0
50
Harga Bitcoin Tertahan di US$81.970, Arus Dana ETF Mulai Menguat
Harga Bitcoin Tertahan di US$81.970, Arus Dana ETF Mulai Menguat (Foto Ilustrasi)
Pojok Bisnis

Harga Bitcoin Tertahan di tengah meningkatnya kehati-hatian investor terhadap perkembangan pasar keuangan global. Pelemahan saham teknologi dan lonjakan harga minyak dunia menjadi dua faktor yang membatasi pergerakan aset kripto, meskipun aliran dana ke produk investasi Bitcoin mulai menunjukkan perbaikan.

Mengutip Investing.com, Sabtu (24/10/2026), Bitcoin menguat tipis 0,3% menjadi US$81.970 pada perdagangan Jumat waktu setempat. Meski mencatat kenaikan terbatas, aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia tersebut masih bergerak dalam rentang US$80.000 hingga US$87.000 yang terbentuk selama sebulan terakhir.

Pergerakan terbatas juga terlihat pada sejumlah aset kripto lainnya. Pasar menghadapi tekanan setelah investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, menyusul pelemahan saham teknologi global dan kekhawatiran terhadap arah kebijakan suku bunga.

Aksi jual saham teknologi terjadi setelah laporan keuangan sejumlah perusahaan besar di Wall Street dinilai belum memenuhi harapan pasar. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai prospek pertumbuhan perusahaan teknologi, termasuk keberlanjutan investasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

PT Mitra Mortar indonesia

Kekhawatiran mengenai suku bunga tinggi turut membuat investor lebih berhati-hati. Dalam situasi tersebut, aset kripto yang sensitif terhadap perubahan selera risiko ikut merasakan dampaknya.

Harga Bitcoin Tertahan akibat Tekanan Saham Teknologi dan Minyak

Meski tekanan terhadap saham teknologi mulai mereda pada Jumat, kerugian yang terakumulasi sepanjang pekan masih membebani sentimen pasar. Investor kini mencermati laporan keuangan perusahaan teknologi lainnya serta agenda pertemuan sejumlah bank sentral pada pekan berikutnya.

Kenaikan harga minyak dunia juga menambah ketidakpastian. Harga minyak mentah menyentuh level tertinggi dalam lebih dari lima bulan pada Jumat, seiring berlanjutnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Sejumlah laporan mengindikasikan permusuhan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran berpotensi berlanjut hingga November. Situasi tersebut memicu kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi global dan kemungkinan kenaikan inflasi.

Jika harga energi terus meningkat, tekanan inflasi dapat mempersulit pelonggaran kebijakan moneter. Kondisi ini berpotensi membuat investor menunda pembelian aset berisiko, termasuk Bitcoin.

Arus Dana ETF Bitcoin Mulai Menguat

Di tengah kondisi pasar yang belum kondusif, produk exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot justru mencatatkan perkembangan positif. Data SoSoValue menunjukkan produk tersebut membukukan arus masuk dana sebesar US$442,7 juta pada pekan yang berakhir 22 Oktober 2026.

Angka itu menjadi arus masuk mingguan terbesar sejak akhir September sekaligus mengakhiri tren keluarnya dana selama dua pekan berturut-turut.

Namun, peningkatan aliran modal tersebut belum mampu mendorong lonjakan harga secara signifikan. Harga Bitcoin Tertahan dalam rentang perdagangan yang relatif sempit karena sentimen makroekonomi masih membayangi pasar.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati perkembangan geopolitik, harga energi, laporan keuangan perusahaan teknologi, serta arah kebijakan bank sentral. Faktor-faktor tersebut berpotensi menentukan apakah Bitcoin mampu menembus kisaran harga saat ini atau kembali menghadapi tekanan jual.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan