Tumbuhnya Transaksi Digital di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi ekonomi dan keuangan digital mencapai 5,50 miliar transaksi sepanjang Juli 2026. Angka tersebut meningkat 28,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pejabat sementara Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan perkembangan tersebut ditopang oleh sistem pembayaran yang tetap aman dan andal. Stabilitas infrastruktur serta kondisi industri yang sehat juga menjadi faktor penting dalam menjaga aktivitas transaksi digital.
“Transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Juli 2026 tetap tumbuh didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar dan andal,” ujar Destry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Kamis (20/8/2026), dikutip dari Antara.
Pertumbuhan terlihat pada berbagai kanal pembayaran. Transaksi melalui layanan internet tercatat meningkat 9,39 persen secara tahunan, sementara transaksi melalui aplikasi mobile tumbuh lebih tinggi sebesar 24,25 persen.
QRIS Jadi Salah Satu Penopang Tumbuhnya Transaksi Digital
Tumbuhnya Transaksi Digital juga tercermin dari semakin tingginya penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Sepanjang Juli 2026, volume transaksi QRIS tumbuh 82,42 persen secara tahunan.
BI menyebut peningkatan tersebut tidak terlepas dari bertambahnya jumlah pengguna serta merchant yang menerima pembayaran melalui QRIS. Perluasan ekosistem pembayaran digital membuat masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk melakukan transaksi secara cepat dan praktis.
Di sisi lain, infrastruktur pembayaran ritel BI-FAST juga mencatat kinerja positif. Volume transaksi melalui BI-FAST mencapai 546 juta transaksi atau tumbuh 31,62 persen secara tahunan. Nilai transaksi yang diproses melalui sistem tersebut mencapai Rp1.355 triliun.
BI Jaga Stabilitas Sistem Pembayaran
Untuk transaksi bernilai besar, BI-RTGS mencatat 990 ribu transaksi pada Juli 2026. Jumlah tersebut tumbuh 3,12 persen secara tahunan, sedangkan nilai transaksinya meningkat 1,54 persen menjadi Rp20.097 triliun.
Tumbuhnya Transaksi Digital berjalan beriringan dengan pengelolaan uang tunai. Uang kartal yang diedarkan (UYD) meningkat 15,10 persen secara tahunan menjadi Rp1.314 triliun.
Destry menegaskan BI tetap memastikan ketersediaan uang rupiah dalam jumlah mencukupi dengan kualitas yang layak edar. Distribusi tersebut juga mencakup wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) di seluruh Indonesia.
Perkembangan ini menunjukkan transformasi sistem pembayaran terus meluas, baik melalui kanal digital maupun layanan pembayaran konvensional. BI pun mempertahankan fokus pada keamanan, keandalan infrastruktur, dan kelancaran transaksi untuk menopang aktivitas ekonomi masyarakat.





