Pasar Global Bergejolak, Harga Emas Kembali Turun pada Awal Agustus

0
6
Pasar Global Bergejolak, Harga Emas Kembali Turun pada Awal Agustus
Pasar Global Bergejolak, Harga Emas Kembali Turun pada Awal Agustus (Foto Ilustrasi/Perhiasan Emas)
Pojok Bisnis

Harga Emas Kembali Turun di pasar global dan turut menekan Harga Patokan Ekspor (HPE) serta Harga Referensi (HR) komoditas tersebut untuk periode pertama Agustus 2026. Kementerian Perdagangan mencatat pelemahan patokan harga emas seiring berkurangnya permintaan global terhadap logam mulia.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana mengatakan tekanan terhadap harga emas dipengaruhi sejumlah faktor eksternal. Penguatan mata uang utama dunia, kenaikan imbal hasil obligasi, serta tingginya suku bunga global membuat daya tarik emas ikut berkurang.

Emas tidak memberikan imbal hasil berkala seperti instrumen berbunga. Karena itu, ketika suku bunga dan yield obligasi meningkat, sebagian investor cenderung memindahkan dana ke aset lain yang dinilai menawarkan potensi keuntungan lebih menarik.

“Peralihan investasi tersebut berdampak langsung pada menurunnya permintaan emas di pasar global. Dengan pasokan emas dunia yang tetap memadai, situasi ini menciptakan tekanan yang memicu koreksi harga di pasar internasional,” ujar Tommy, dikutip dari Antara, Sabtu (1/8/2026).

PT Mitra Mortar indonesia

HPE dan Harga Referensi Emas Turun

Untuk periode 1-14 Agustus 2026, HPE emas ditetapkan sebesar US$130.921,50 per kilogram. Angka tersebut turun 0,7 persen dibandingkan periode kedua Juli yang mencapai US$131.839,51 per kilogram.

Penurunan serupa terjadi pada HR emas. Nilainya terkoreksi menjadi US$4.072,12 per troy ounce dari sebelumnya US$4.100,67 per troy ounce. Secara keseluruhan, harga emas tercatat mengalami penurunan sekitar 0,7 persen selama periode pengumpulan data.

Penetapan tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1669 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar.

Perhitungan HPE dan HR dilakukan dengan mempertimbangkan data teknis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta acuan harga internasional London Bullion Market Association (LBMA). Prosesnya melibatkan koordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

Harga Emas Kembali Turun di Pasar Global

Tekanan juga terlihat dalam perdagangan emas dunia pada Jumat (31/7/2026). Harga emas spot merosot 1,8 persen menjadi US$4.027,75 per ons, sedangkan kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus turun 1,9 persen menjadi US$4.025,10.

Meski Harga Emas Kembali Turun, kinerja bulanan emas masih mencatat kenaikan sekitar 0,5 persen sepanjang Juli. Capaian itu menjadi kenaikan bulanan pertama dalam lima bulan terakhir.

Pergerakan emas sebelumnya mendapat dukungan dari data inflasi AS yang lebih rendah. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve sepanjang 2026.

Selain faktor moneter, perkembangan harga minyak dan situasi geopolitik juga ikut menjadi perhatian pasar. Dengan berbagai faktor tersebut, pergerakan emas masih berpotensi fluktuatif dalam perdagangan berikutnya.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan