Pertanyaan “THR ASN Kapan Cair?” masih menjadi perhatian banyak aparatur sipil negara menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan memastikan proses penyaluran Tunjangan Hari Raya bagi ASN sudah mulai berjalan sejak akhir Februari dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat. Hingga awal Maret 2026, sebagian dana THR telah masuk ke rekening para penerima di berbagai instansi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa realisasi penyaluran THR per 6 Maret 2026 telah mencapai sekitar Rp3,1 triliun. Menurutnya, proses pencairan akan terus berlangsung dan diharapkan dapat rampung dalam waktu sekitar satu minggu ke depan.
“Sebagian THR sudah disalurkan. Kami memperkirakan dalam waktu sekitar seminggu seluruhnya dapat selesai,” ujar Purbaya dalam keterangan kepada media di Kantor Kementerian Keuangan di Jakarta.
Bagi banyak pegawai negeri, informasi terkait “THR ASN Kapan Cair?” memang menjadi hal yang dinantikan setiap menjelang Lebaran. Selain membantu memenuhi kebutuhan menjelang hari raya, pencairan THR juga menjadi salah satu stimulus ekonomi karena meningkatkan daya beli masyarakat.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, dari total Rp3,1 triliun yang telah dicairkan, sekitar Rp3 triliun di antaranya telah disalurkan kepada ASN pusat. Dana tersebut telah diterima oleh sekitar 631 ribu pegawai dari total sekitar 2,2 juta ASN yang bekerja di instansi pemerintah pusat.
Sementara itu, penyaluran untuk ASN daerah masih berlangsung secara bertahap. Hingga 6 Maret 2026, dana THR yang telah dibayarkan kepada ASN daerah mencapai Rp127,6 miliar. Jumlah tersebut telah diterima oleh 16.848 pegawai yang berasal dari tiga pemerintah daerah dari total 546 pemda di seluruh Indonesia.
Selain ASN aktif, pemerintah juga menyalurkan THR kepada para pensiunan. Realisasi pembayaran bagi pensiunan bahkan telah mencapai Rp11,4 triliun untuk sekitar 3,56 juta penerima. Nilai tersebut setara dengan sekitar 93,5 persen dari total alokasi yang disiapkan pemerintah.
Anggaran THR ASN Tahun Ini Naik
Purbaya menegaskan bahwa dari sisi anggaran sebenarnya seluruh dana THR sudah tersedia. Proses pencairan selanjutnya bergantung pada kecepatan masing-masing instansi dalam menyelesaikan administrasi pembayaran.
Di tengah pertanyaan publik mengenai “THR ASN Kapan Cair?”, pemerintah juga memastikan anggaran yang disiapkan tahun ini lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Total dana yang dialokasikan untuk THR ASN pada 2026 mencapai sekitar Rp55 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa nilai tersebut meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun lalu yang berada di kisaran Rp49 triliun.
Pemerintah menargetkan pencairan THR dilakukan secara bertahap mulai 26 Februari 2026 dan paling lambat tujuh hari sebelum Idulfitri. Oleh karena itu, bagi ASN yang masih menunggu pencairan dan bertanya “THR ASN Kapan Cair?”, pembayaran dipastikan tetap berlangsung hingga menjelang Lebaran.
Secara rinci, sekitar 2,4 juta ASN pusat termasuk anggota TNI dan Polri akan menerima THR dengan total anggaran sekitar Rp22,2 triliun. Selain itu, sekitar 4,3 juta ASN daerah akan memperoleh THR dengan alokasi dana mencapai Rp20,2 triliun.
Sementara itu, pemerintah juga menyiapkan sekitar Rp12,7 triliun untuk pembayaran THR kepada sekitar 3,8 juta pensiunan.
Airlangga menegaskan bahwa komponen THR yang dibayarkan tahun ini diberikan secara penuh. Artinya, para penerima akan memperoleh sejumlah komponen penghasilan seperti gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan, serta tunjangan kinerja sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia juga mengingatkan bahwa THR berbeda dengan gaji ke-13. Jika THR diberikan menjelang Lebaran, maka gaji ke-13 biasanya dibayarkan pada pertengahan tahun, umumnya sekitar bulan Juni.
