Investree Bantu UMKM Suplai Kebutuhan Alat Kesehatan Rumah Sakit Selama Pandemi

0
169
Para petinggi Investree, tanamduit, dan Principal Asset Management setelah seremonial Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Penyediaan Fasilitas Reksa Dana antara ketiganya. (Dari ki-ka) Co-Founder & CEO Investree, Adrian Gunadi; Chief Executive Officer Principal Asset Management, Agung Budiono; Chief Technology & Innovation tanamduit, Ferry Aprilianto; dan Director (Syariah Investment Management) Principal Asset Management, Fadlul Imansyah (18/02/2020).

Investree memiliki 1,371 jumlah Borrower (kumulatif) sejak berdiri, saat ini ada 325 jumlah Borrower aktif. Pinjaman disalurkan kepada berbagai UKM-UKM di berbagai sektor: perdagangan, kesehatan, industri kreatif, jasa, transportasi, komunikasi, dan lain sebagainya.

Adrian Gunadi Co-Founder & CEO PT Investree Radhika Jaya mengatakan di masa pandemi, melalui kampanye #UKMTangguh, Investree mendukung kemudahan akses pembiayaan selama krisis COVID-19 terutama bagi UKM yang memiliki hubungan erat dengan industri kesehatan yang paling diperlukan saat ini seperti memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) atau melakukan jasa antar kebutuhan medis.

“Permintaan dari mereka tergolong tinggi terlebih dari instansi penyedia alat-alat kebutuhan medis untuk pengadaan di RSUP dan RSUD seluruh Indonesia melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP),” jelasnya.

Salah satu realisasi nyata kampanye ini adalah penyaluran pembiayaan kepada salah satu Borrower asal Bandung, Torch.id yang merupakan merek perlengkapan outdoor lokal Indonesia. Selama pandemi COVID-19 ini, Borrower tersebut memproduksi APD berupa coverall dan baracoat yang bisa dipakai ulang untuk garda terdepan COVID-19.

“Selain itu, kita juga turut menyalurkan pembiayaan kepada PT Indosopha Sakti, salah satu Borrower yang bergerak bidang peralatan kesehatan yang menyediakan berbagai kebutuhan alat kesehatan bagi rumah sakit di seluruh Indonesia. Dengan turut memfasilitasi pembiayaan untuk proyek semacam ini, Investree berkomitmen untuk membantu UKM-UKM terdampak melewati masa-masa sulit dan mendukung mereka mendapatkan kemudahan akses pembiayaan selama periode krisis sesuai arahan regulator dan asosiasi,” tambahnya.

Dalam memberikan pinjaman, Di Investree menerapkan bunga atas pinjaman yang diajukan Borrower dikalkulasi berdasarkan berbagai faktor. Melalui proses verifikasi dan analisis melalui sistem credit scoring yang modern, setiap pinjaman akan diseleksi dan dihitung risikonya. Hasil tersebut kemudian menjadi acuan Investree dalam menentukan tingkat bunga pinjaman.

“Secara umum, bunga yang dikenakan atas pinjaman di Investree berkisar 12% – 20% per annum. Sedangkan berkaitan dengan tenor pinjaman, Investree fokus pada pinjaman modal usaha jangka pendek seperti Invoice Financing dan Buyer Financing, mulai dari 1 – 6 bulan. Sedangkan untuk tipe pinjaman Online Seller Financing (OSF) dan Working Capital Term Loan (WCTL), tenor pinjaman bisa dipilih dari 3 – 24 bulan,” kata Adrian Gunadi

Sementara itu, bagi Lender, jumlah pendanaan pinjaman yang dapat dilakukan di platform Investree mulai dari Rp 1 juta sehingga siapa pun bisa mendanai. Sedangkan nominal mendanai maksimal adalah Rp 50 juta untuk pinjaman dengan nilai di bawah Rp 500 juta pada setiap pinjaman yang didanai. Selain mendanai pinjaman, melalui platform Investree, Lender juga bisa berinvestasi Surat Berharga Negara (SBN), salah satunya adalah Obligasi Negara Ritel ORI017 yang sedang dalam masa penawaran, Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), serta Reksa Dana (melalui Reksa Dana for Lender).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.