Intiland Tak Bagikan Dividen Tahun 2017, Apa Tujuannya?

0
647
Intiland saat peluncuran Proyek Fifty Seven Promenade, di Jakarta. (Bisnis/Endang Muchtar)

Berempat.com – Perusahaan pengembang properti PT Intiland Development Tbk (Intiland) telah mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan RUPS Luar Biasa di Intiland Tower, Jakarta, Jumat (20/4). Hasil RUPS yang dijadwalkan pada pukul 09.30 WIB-12.00 WIB tersebut pun langsung dipaparkan kepada publik di hari yang sama.

Salah satu hasil rapat yang diungkap oleh Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono ialah tidak adanya pembagian dividen untuk tahun buku 31 Desember 2017. Alasan Intiland tak membagikan dividen adalah untuk menambah modal kerja seiring perkembangan pesat yang sedang dialami perusahaan.

“Kami perlu memperkuat modal kerja untuk pengembangan usaha,” terang Archid di Jakarta, Jumat (20/4).

Selain itu, para pemegang saham juga telah menyetujui rencana perusahaan yang akan menerbitkan obligasi dengan nilai sebesar maksimal US$ 250 juta dalam kurun waktu dua tahun sejak disetujui.

Archid menuturkan bahwa dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk menambah modal kerja dan re-financing sebagian hutang.

Kondisi bisnis properti di tahun 2017 memang diakui Archid cukup menantang. Tapi, Archid mengklaim bahwa Intiland masih terbilang berhasil dalam menjaga kinerja dan pertumbuhan usaha.

Archid memberikan gambaran kesuksesan Intiland dalam meluncurkan proyek baru di tahun lalu seperti Fifty Seven Promenade yang merupakan pengembangan mixed-use & high rise terpadu di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.

Melihat keberhasilan tersebut, tak heran bila Intiland masih akan fokus menggarap segmen mixed-use & high rise di tahun 2018. Seperti yang diungkapkan oleh Corporate Secretary Intiland Theresia Rustandi, Intiland masih akan fokus pada 4 segmen.

“Fokus segmen kami saat ini mixed-use & high rise, kawasan perumahan, kawasan industri, dan pastinya ada properti investasi di situ,” papar Theresia dalam kesempatan yang sama.

Selain itu, Intiland juga masih akan fokus pada empat strategi pengembangan untuk bisa bersaing di tahun ini, di antaranya adalah pertumbuhan organik, akuisisi strategis, kerja sama strategis, dan manajemen keuangan dan investasi.

“Kerja sama strategis ini adalah hal yang menjadi fokus bagi intiland 2018 ke depan. Kami terbuka untuk berbagai bentuk kerja sama, baik join operation, pengembangan lahan dan lainnya,” papar Theresia.

Di tahun ini, Intiland tak ragu mematok target pendapatan penjualan sebesar Rp 3,3 triliun. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun 2017 lalu yang berada di angka Rp 3 triliun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.