Top Mortar Gak Takut Hujan
Home Bisnis Obral SUN Berbunga Tinggi, Menkeu Diduga Rugikan Negara Ratusan Miliar

Obral SUN Berbunga Tinggi, Menkeu Diduga Rugikan Negara Ratusan Miliar

0

Tingkat utang Indonesia yang sudah mencapai Rp 4.528,45 triliun pada April 2019, dirasa masih aman oleh Kementrian Keuangan. Padahal dalam waktu 1 tahun utang RI meningkat Rp 347,84 triliun atau bertambah rata-rata Rp 1 triliun tiap harinya.

Namun besarnya kewajiban yang harus dibayar oleh Negara yang mencapai triliunan tiap bulannya membuat Menteri Keuangan tak kapok mencari dana segar dengan mengobral Surat Utang Negara (SUN) dengan bunga yang jauh lebih besar dari utang yang ditawarkan negara lain.

Jauh-jauh hari mantan Menteri Keuangan era Gus Dur Rizal Ramli telah mengingatkan Menkeu Sri Mulyani untuk tidak mengobral surat utang dengan bunga selangit, yang jauh lebih besar dari Negara lain.

Peringatan mantan rekannya sesama menteri Kabinet Kerja Jokowi-Amin, Sri Mulyani malah kembali menawarkan Sun valuta asing Samurai Bonds sebesar 177 miliar yen setara Rp 23,3 triliun pada 22 Mei 2019 s. Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan menyatakan transaksi penerbitan ini merupakan public offering terbesar yang dilakukan negara di Asia

Sebelumnya Menkeu telah dua kali menerbitkan surat utang serupa, pada 31 Mei 2018 dan 8 Juni 2017, dengan jumlah masing-masing sama sebesar 100 miliar yen (Rp 13,2 triliun).

Dibandingkan dengan Filipina bunga yang ditawarkan Indonesia jauh lebih besar yang berujung membebani keuangan Indonesia ke depan saat jatuh tempo tiba. Dengan tenor 3 dan 5 tahun bunga yang diberikan Filiphina 0,38% dan 0,54%. Bandingkan dengan bunga yang diberikan Indonesia 0,54% dan 0,83%. Bunga akan semakin besar untuk tenor 7.10 dan 20 tahun yakni  0,96%, 1,17% dan 1,79%

Tingkat kupon yang diberikan Indonesia ketinggian 0,16% – 0,29% dari tingkat kupon yang diberikan Filipina. Setelah disimulasikan denan rumus bunga majemuk, ada nilai kelebihan bayar utang plus bunganya yang berpotensi merugikan keuangan Negara sebesar 1,5 miliar yen (Rp 271,1 miliar).

 

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Exit mobile version