UMKM Perlu Ini agar Bisa Ikut Tumbuh Bersama Pemain eCommerce Lainnya

0
918

Berempat.com – Pasar eCommerce di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan. Apalagi, belum lama ini Tokopedia mengumumkan telah mendapatkan pendanaan baru senilai US$1,1 miliar atau setara Rp 15,9 triliun (kurs Rp 14.500), membuat pasar eCommerce di Indonesia diprediksi akan terus bertumbuh.

Sebenarnya pertumbuhan eCommerce tak hanya terjadi di Indonesia, tapi di seluruh kawasan Asia Tenggara. Beberapa waktu lalu, Statista memperkirakan bahwa pasar eCommerce di Asia Tenggara akan mencapai keuntungan $88 miliar pada 2025. Founder sekaligus CEO Anchanto, Vaibhav Dabhade menilai bahwa kondisi saat ini sangat memberikan peluang besar bagi pemain eCommerce. Tak terkecuali pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Mengengah (UMKM).

“Menurut saya kunci untuk memenangkan pasar ini adalah dengan memanfaatkan kekuatan gabungan teknologi dan inovasi,” ujar Vaibhav dalam keterangan tertulisnya kepada Berempat.com, Kamis (13/12).

Vaibhav menyebutkan, salah satu inovasi yang ditawarkan Anchanto dan bisa dimanfaatkan oleh pelaku UMKM Indonesia ialah platform Saas dari Anchanto. Platform tersbut diklaim dapat merampingkan dan menumbuhkan operasional penjualan multisaluran, serta memberikan pengalaman pascapembelian yang baik bagi pelanggan.

“UKM dapat mendaftar dan mengelola produk dan pesanan mereka di beberapa pasar, dan juga mengelola seluruh saluran melalui satu inventaris terpusat, sehingga mereka dapat menghemat waktu, uang, tenaga, tenaga kerja, dan investasi penting dalam bisnis eCommerce mereka,” imbuhnya.

Anchanto boleh dibilang cukup serius menyasar segmen UMKM Indonesia untuk bisa merasakan manfaat dari produk yang ditawarkan. Keseriusan tersebut makin terlihat setelah beberapa waktu lalu Anchanto mendapatkan pendanaan dari Telkom Indonesia melalui MDI Ventures.

“Seperti yang saya katakan, kami akan berinvestasi dalam fitur baru, integrasi yang lebih baru dan tim baru untuk memberikan pengalaman terbaik untuk seluruh pelanggan kami,” terang Vaibhav.

“Kami juga bermitra dengan Telkom Indonesia untuk menciptakan strategi eksklusif yang hanya berfokus pada segmen UMKM di Indonesia,” katanya lagi.

Vaibhav pun menyebut bahwa Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi Anchanto. Menurutnya, jumlah penjual online dan UMKM di Indonesia sangat besar namun belum bisa terlayani dengan baik.

“Platform kami, yaitu Sistem Manajemen Gudang eCommerce (eWMS) dan SelluSeller telah diposisikan secara tepat di pusat pasar Indonesia. Kami percaya bahwa kami dapat menawarkan platform pilihan yang dapat berkontribusi besar dalam perekonomian negara,” harap Vaibhav.

Menurut Vaibhav, tahun ini menjadi tahun yang menyenangkan bagi Anchanto Indonesia. Pasalnya, ia mengklaim bahwa Anchanto telah berhasil membuat skala bisnis dengan sangat cepat dan menjangkau seluruh segmen inti, seperti penjual online, pengecer, merek, maupun distributor.

“Kami senang dapat melayani beberapa pemain terbesar di kawasan Asia Tenggara seperti Telkom Indonesia, AsiaCommerce, Nestle, Kargolink, Lazada Indonesia, Luxasia, dan DKSH,” tuturnya.

Anchanto merupakan perusahaan global yang berkantor pusat di Singapura dengan kantor cabang yang sudah beroperasi di lebih dari 14 negara. Anchanto menawarkan Sistem Manajemen Gudang eCommerce yang sangat ideal bagi siapa saja untuk mengelola atau mengoperasikan gudang di industri eCommerce (B2C) atau bisnis ritel (B2B).

“Kami terus tumbuh dengan pesat di kawasan Asia Tenggara, dengan jumlah pesanan pelanggan sebanyak 10.000 setiap menit, hingga mencapai total S$126M + GMV. Produk kami telah diterima di seluruh pasar Asia Tenggara, dan kami berencana untuk terus berkembang hingga kami menyentuh setiap eCommerce ketiga di Asia Tenggara,” tutup Vaibhav.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.