Produk Gula Aren Indonesia kembali memperluas pasar ekspor. Kali ini, gula aren asal Pacitan, Jawa Timur, berhasil dikirim ke Malaysia, Belanda, dan Australia dengan total volume mencapai 11 ton pada 29 Mei 2026.
Malaysia menjadi tujuan ekspor terbesar dengan volume 10 ton dan nilai sekitar Rp400 juta. Sementara itu, pengiriman ke Belanda mencapai 1 ton senilai Rp67,5 juta. Adapun Australia menerima 500 kilogram gula aren dengan nilai ekspor yang juga berada di kisaran Rp67,5 juta.
Ekspor tersebut memperlihatkan semakin terbukanya peluang produk olahan berbasis komoditas lokal untuk masuk ke pasar internasional. Gula aren Pacitan menjadi salah satu contoh produk UMKM yang mampu meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan sekaligus menjangkau konsumen di luar negeri.
Gula Aren Banten Tembus Pasar Internasional
Potensi serupa juga terlihat dari sentra produksi gula aren di Desa Girimukti, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Banten. Produk yang dihasilkan UMKM setempat telah dipasarkan secara rutin ke Korea Selatan, Uni Emirat Arab, termasuk Dubai, serta Amerika Serikat.
Dalam sehari, pelaku usaha di Girimukti mampu memproduksi sekitar 4 hingga 6 ton gula aren. Produk tersebut tersedia dalam bentuk bubuk dan cair, dengan omzet bulanan yang diperkirakan mencapai Rp5 miliar hingga Rp6 miliar.
Selain memenuhi permintaan ekspor, gula aren dari Banten juga digunakan oleh sejumlah perusahaan besar di sektor makanan dan minuman dalam negeri. Kondisi ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap produk gula aren terus berkembang, baik dari pasar internasional maupun industri nasional.
Pasar Gula Aren Global Terus Bertumbuh
Prospek industri gula aren diperkirakan masih cukup kuat dalam beberapa tahun mendatang. Mengacu pada data Kementerian Perdagangan, nilai pasar gula aren dunia diproyeksikan meningkat dari US$257,89 juta pada 2023 menjadi US$439,32 juta pada 2032.
Pertumbuhan tersebut diperkirakan mencapai rata-rata 7,23 persen per tahun. Salah satu pendorongnya adalah meningkatnya tren konsumsi vegan di Eropa yang turut memperbesar kebutuhan terhadap pemanis alami.
Dengan kualitas produk yang terjaga, kapasitas produksi yang meningkat, serta akses pasar yang semakin luas, Gula Aren Indonesia berpeluang menjadi komoditas unggulan baru dalam perdagangan global. Penguatan kemasan, standardisasi, dan kontinuitas pasokan menjadi faktor penting agar ekspansi pasar tersebut dapat berlangsung berkelanjutan.





