Mau Jualan Online tapi Gaptek? Mulai dari Modal Dasar Usaha Online Ini

0
39
Mau Jualan Online tapi Gaptek? Mulai dari Modal Dasar Usaha Online Ini
Mau Jualan Online tapi Gaptek? Mulai dari Modal Dasar Usaha Online Ini (Foto Ilustrasi)
Pojok Bisnis

Banyak orang mengira memulai bisnis digital membutuhkan kemampuan teknologi yang rumit. Padahal, Modal Dasar Usaha Online bukanlah harus bisa membuat website atau menguasai coding. Di Berempat.com, kami melihat semakin banyak pelaku UMKM yang berhasil membangun usaha hanya dengan memanfaatkan smartphone, koneksi internet, dan kemauan untuk belajar langkah demi langkah. Artinya, siapa pun memiliki kesempatan yang sama untuk memulai, termasuk mereka yang belum terbiasa menggunakan berbagai aplikasi digital.

Perkembangan ekonomi digital di Indonesia juga menjadi peluang yang sayang untuk dilewatkan. Laporan Google, Temasek, dan Bain & Company dalam e-Conomy SEA 2024 memperkirakan Indonesia tetap menjadi pasar ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Sementara itu, DataReportal Digital 2025 Indonesia mencatat masyarakat Indonesia menghabiskan rata-rata lebih dari 7 jam per hari mengakses internet. Kebiasaan tersebut membuat semakin banyak konsumen mencari produk melalui marketplace maupun media sosial.

Kabar baiknya, membangun usaha online saat ini jauh lebih mudah dibanding beberapa tahun lalu. Berbagai platform telah menyediakan fitur yang memudahkan pelaku usaha mengunggah produk, menerima pembayaran, hingga mengatur pengiriman tanpa memerlukan keahlian teknis yang kompleks.

Modal Dasar Usaha Online Dimulai dari Hal Sederhana

Sebelum memikirkan strategi pemasaran yang rumit, fokuslah pada fondasi usaha terlebih dahulu.

PT Mitra Mortar indonesia

Banyak calon pelaku usaha gagal memulai karena merasa semuanya harus sempurna sejak awal. Padahal, yang terpenting adalah memiliki sistem sederhana yang bisa langsung dijalankan.

  • Tentukan Produk yang Akan Dijual

Langkah pertama tentu memilih produk.

Tidak harus membuat produk sendiri. Banyak orang memulai dengan menjadi reseller, dropshipper, atau menjual produk UMKM di sekitarnya.

Pilih produk yang benar-benar dipahami sehingga lebih mudah menjelaskan manfaatnya kepada calon pembeli.

  • Buat Akun Khusus untuk Berjualan

Pisahkan akun pribadi dengan akun bisnis.

Gunakan nama toko yang mudah diingat, foto profil yang jelas, serta lengkapi deskripsi usaha.

Jika memungkinkan, manfaatkan akun bisnis di media sosial atau marketplace agar memperoleh akses terhadap fitur promosi dan statistik penjualan.

Menurut laporan Meta, akun bisnis yang memiliki profil lengkap cenderung lebih dipercaya dibanding akun yang minim informasi.

Siapkan Tampilan Produk yang Menarik

Calon pembeli tidak bisa memegang produk secara langsung ketika berbelanja online.

Karena itu, foto menjadi salah satu faktor penting.

Kabar baiknya, tidak perlu kamera mahal.

Gunakan pencahayaan alami di dekat jendela, latar belakang yang bersih, dan ambil foto dari beberapa sudut.

Tambahkan foto detail agar pembeli memahami ukuran, warna, maupun kualitas produk.

Selain foto, tuliskan deskripsi yang informatif.

Hindari hanya menulis “bagus” atau “berkualitas”. Jelaskan manfaat, ukuran, bahan, cara penggunaan, atau informasi lain yang memang dibutuhkan pelanggan.

Modal Dasar Usaha Online Juga Meliputi Sistem Pembayaran

Salah satu hal yang sering membuat pemula bingung adalah menerima pembayaran.

Padahal, saat ini pilihannya cukup banyak.

Pelaku usaha dapat menyediakan transfer bank, dompet digital, maupun pembayaran melalui marketplace yang sudah dilengkapi sistem pembayaran otomatis.

Menurut Bank Indonesia, nilai transaksi uang elektronik terus meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi ini menunjukkan semakin banyak masyarakat yang terbiasa menggunakan pembayaran digital sehingga pelaku usaha sebaiknya menyediakan beberapa opsi pembayaran agar lebih memudahkan pelanggan.

Selain itu, pastikan selalu memberikan konfirmasi setelah pembayaran diterima agar pembeli merasa lebih tenang.

Jangan Lupa Menentukan Cara Pengiriman

Langkah berikutnya adalah memilih jasa pengiriman yang sesuai.

Jika berjualan melalui marketplace, biasanya pilihan ekspedisi sudah tersedia secara otomatis.

Namun apabila menjual melalui media sosial atau aplikasi pesan, informasikan sejak awal mengenai ongkos kirim, estimasi waktu pengiriman, dan jadwal pengemasan.

Komunikasi yang jelas akan membantu mengurangi pertanyaan berulang dari pelanggan.

Bangun Kepercayaan Secara Bertahap

Banyak orang menganggap usaha online harus langsung mendapatkan ratusan pesanan.

Padahal, membangun kepercayaan pelanggan merupakan proses yang membutuhkan waktu.

Mulailah dengan melayani pembeli pertama sebaik mungkin, meminta ulasan setelah transaksi selesai, dan menjaga komunikasi secara sopan.

Menurut survei BrightLocal Local Consumer Review Survey, sekitar 98% konsumen membaca ulasan sebelum memutuskan menggunakan produk atau layanan. Artinya, testimoni pelanggan menjadi aset penting yang dapat membantu meningkatkan penjualan berikutnya.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan