Bagi pelaku usaha yang sedang berpikir butuh modal usaha?, program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia kembali menjadi salah satu opsi pembiayaan yang banyak diminati pada April 2026. Skema pinjaman ini dinilai tetap relevan karena menawarkan bunga rendah serta proses pengajuan yang relatif sederhana.
KUR BRI dirancang untuk membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ingin mengembangkan bisnisnya. Dengan pilihan plafon yang fleksibel serta tenor yang bisa disesuaikan, program ini kerap menjadi jawaban bagi pelaku usaha yang merasa butuh modal usaha? namun terkendala akses pembiayaan formal.
Pengajuan KUR juga semakin mudah. Calon debitur dapat mengakses layanan ini melalui platform digital maupun datang langsung ke kantor cabang terdekat. Kemudahan ini menjadi nilai tambah, terutama bagi pelaku usaha di daerah yang ingin mempercepat proses pencairan dana.
Dari sisi cicilan, BRI menyediakan simulasi angsuran yang cukup variatif. Untuk pinjaman Rp10 juta, cicilan per bulan berkisar mulai dari Rp198 ribu untuk tenor 60 bulan hingga Rp865 ribu untuk tenor 12 bulan. Sementara untuk pinjaman Rp20 juta, cicilan dimulai dari sekitar Rp396 ribu hingga Rp1,73 juta tergantung jangka waktu.
Bagi pelaku usaha yang membutuhkan dana lebih besar, pinjaman Rp50 juta menawarkan cicilan mulai dari sekitar Rp990 ribu per bulan untuk tenor lima tahun. Sedangkan plafon Rp100 juta memiliki cicilan mulai dari Rp1,98 juta hingga Rp8,65 juta per bulan sesuai pilihan tenor. Skema ini memberi keleluasaan bagi pelaku usaha untuk menyesuaikan kemampuan bayar, terutama bagi yang sedang dalam fase ekspansi dan kembali bertanya, butuh modal usaha?.
Butuh Modal Usaha? Fahami dulu Jenis KUR dan Syarat yang Perlu Diperhatikan!
Secara umum, terdapat dua jenis KUR yang ditawarkan BRI. Pertama adalah KUR Mikro dengan plafon hingga Rp50 juta. Kredit ini memiliki bunga sekitar 6 persen efektif per tahun dan menyasar pelaku usaha kecil yang sudah berjalan namun belum memiliki jaminan tambahan yang memadai.
Kedua adalah KUR Kecil dengan plafon lebih besar, mulai dari Rp100 juta hingga Rp500 juta. Suku bunga yang ditawarkan berkisar antara 6 hingga 9 persen per tahun. Jenis ini cocok untuk usaha yang sudah berkembang dan membutuhkan tambahan modal untuk memperluas skala bisnis.
Untuk mengakses program ini, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Calon peminjam wajib berstatus Warga Negara Indonesia dengan usia minimal 21 tahun atau sudah menikah. Selain itu, dokumen seperti KTP, Kartu Keluarga, serta bukti legalitas usaha menjadi syarat utama.
Pelaku usaha juga harus memiliki usaha yang aktif minimal selama enam bulan. Untuk pinjaman di atas Rp50 juta, kepemilikan NPWP menjadi salah satu syarat tambahan. Selain itu, calon debitur tidak sedang menerima kredit produktif lain dari perbankan, kecuali kredit konsumtif seperti KPR atau kartu kredit.
KUR BRI menjadi salah satu solusi nyata bagi pelaku UMKM yang masih menghadapi kendala permodalan. Dengan bunga yang terjangkau, proses yang relatif mudah, serta dukungan pemerintah, program ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan usaha kecil di berbagai daerah.
Dalam situasi ekonomi yang dinamis, akses pembiayaan seperti KUR menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan usaha. Tidak heran jika banyak pelaku UMKM kembali mempertimbangkan opsi ini ketika menghadapi kebutuhan ekspansi dan kembali bertanya, butuh modal usaha?
