Iran Tolak Mediasi Global, Teheran Tegaskan Tidak Akan Buka Jalur Negosiasi

0
138
Iran Tolak Mediasi Global, Teheran Tegaskan Tidak Akan Buka Jalur Negosiasi
Iran Tolak Mediasi Global, Teheran Tegaskan Tidak Akan Buka Jalur Negosiasi (Dok Foto: Instagram/@iraninindonesia)
Pojok Bisnis

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menjadi sorotan setelah Iran Tolak Mediasi dari sejumlah negara yang menawarkan diri untuk membantu meredakan konflik di kawasan tersebut. Sikap tegas Iran Tolak Mediasi ini kembali disampaikan oleh Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, yang menegaskan bahwa Teheran tidak bersedia membuka ruang perundingan dengan Amerika Serikat dalam situasi saat ini.

Dalam pernyataannya di Jakarta, Kamis, Boroujerdi menjelaskan bahwa keputusan Iran Tolak Mediasi didasari oleh pengalaman sebelumnya yang menurut pihaknya menunjukkan bahwa negosiasi dengan Washington tidak berjalan sesuai komitmen. Ia merujuk pada pernyataan pemerintah Indonesia yang sebelumnya menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi dialog demi meredakan konflik dan mengembalikan stabilitas kawasan.

Menurut Boroujerdi, Teheran menghargai niat baik negara-negara yang ingin membantu menciptakan suasana damai. Namun, Iran menilai upaya perundingan tidak lagi menjadi pilihan setelah beberapa pengalaman diplomatik sebelumnya berakhir tanpa hasil yang diharapkan.

“Kami tidak akan melakukan negosiasi dalam bentuk apa pun dengan pihak yang kami anggap sebagai musuh, karena pengalaman sebelumnya membuat kami tidak lagi memiliki kepercayaan terhadap proses tersebut,” ujar Boroujerdi.

PT Mitra Mortar indonesia

Pengalaman Negosiasi yang Berakhir Gagal

Boroujerdi menjelaskan bahwa Iran telah menjalani setidaknya tiga fase perundingan dengan Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir. Namun setiap proses tersebut, menurutnya, berakhir dengan kegagalan atau bahkan memicu ketegangan baru.

Salah satu contoh yang disoroti adalah kesepakatan nuklir yang dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) yang dicapai pada 2015 antara Iran dan sejumlah negara besar dunia. Kesepakatan tersebut sempat dianggap sebagai terobosan diplomasi internasional untuk mengendalikan program nuklir Iran.

Namun, Amerika Serikat kemudian memutuskan keluar dari perjanjian tersebut. Langkah itu dinilai oleh pemerintah Iran sebagai pelanggaran terhadap komitmen yang telah disepakati sebelumnya.

Boroujerdi juga menyebutkan bahwa proses negosiasi berikutnya bahkan berlangsung di tengah situasi militer yang memanas. Dalam salah satu putaran perundingan yang berlangsung beberapa waktu lalu, menurutnya, serangan terhadap wilayah Iran tetap terjadi meskipun proses diplomasi masih berjalan.

Kondisi tersebut semakin memperkuat keputusan Teheran untuk tidak kembali membuka jalur perundingan dalam konflik yang tengah berlangsung saat ini.

Iran Tegas Tolak Tawaran Mediasi dari Berbagai Negara!

Di tengah memanasnya konflik kawasan, sejumlah negara sebenarnya telah menawarkan diri sebagai mediator. Indonesia menjadi salah satu pihak yang menyatakan kesiapan untuk membantu memfasilitasi dialog demi meredakan ketegangan.

Presiden Indonesia juga sebelumnya menyampaikan bahwa Indonesia siap berperan sebagai pihak yang mendorong terciptanya dialog damai di kawasan Timur Tengah.

Selain Indonesia, Rusia juga disebut menawarkan diri sebagai perantara. Presiden Rusia, Vladimir Putin, dilaporkan menyampaikan kesiapan tersebut dalam percakapan dengan Presiden Uni Emirat Arab, Mohammed bin Zayed Al Nahyan.

Dalam komunikasi tersebut, Kremlin menyebut bahwa Putin bersedia membantu menyampaikan berbagai kekhawatiran dari negara-negara kawasan kepada Iran guna membuka ruang deeskalasi konflik.

Meski demikian, posisi Teheran tetap tidak berubah. Pemerintah Iran menegaskan kembali bahwa keputusan Iran Tolak Mediasi merupakan sikap resmi yang diambil setelah mempertimbangkan pengalaman diplomasi sebelumnya.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan