Ekspor Menguat, Impor Menurun, Industri Pengolahan Perkuat Struktur Ekonomi Nasional

0
133
Ekspor Menguat, Impor Menurun, Industri Pengolahan Perkuat Struktur Ekonomi Nasional
Ekspor Menguat, Impor Menurun, Industri Pengolahan Perkuat Struktur Ekonomi Nasional (Dok Foto: Kemenperin)
Pojok Bisnis

Industri Pengolahan kembali menunjukkan peran sentralnya sebagai tulang punggung perekonomian nasional sepanjang 2025. Industri Pengolahan tidak hanya mencatatkan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), tetapi juga menjadi sektor yang paling konsisten menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global yang masih penuh tantangan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kontribusi Industri Pengolahan terhadap PDB nasional pada 2025 mencapai 19,07 persen. Angka ini melanjutkan tren kenaikan dalam tiga tahun terakhir, setelah sebelumnya berada di level 18,67 persen pada 2023 dan meningkat menjadi 18,98 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menegaskan bahwa Industri Pengolahan semakin kokoh sebagai sektor utama dalam struktur ekonomi nasional.

Dari sisi pertumbuhan, kinerja Industri Pengolahan juga menunjukkan perbaikan yang stabil. Pada 2023, sektor ini tumbuh sebesar 4,64 persen, kemudian sedikit melambat menjadi 4,43 persen pada 2024, sebelum kembali mencatat akselerasi signifikan sebesar 5,30 persen pada 2025. Tren ini mencerminkan kemampuan Industri Pengolahan untuk beradaptasi dan tetap ekspansif di tengah berbagai tekanan eksternal.

Kontribusi Industri Pengolahan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pun tercatat paling dominan dibandingkan sektor lain. Pada 2023, sektor ini menyumbang 0,95 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. Angka tersebut relatif terjaga pada 2024 di level 0,90 persen, dan kembali meningkat menjadi 1,07 persen pada 2025. Dengan capaian tersebut, Industri Pengolahan secara konsisten menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

PT Mitra Mortar indonesia

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa capaian ini mencerminkan kekuatan fundamental Industri Pengolahan nasional. Menurutnya, dominasi sektor ini bukan hanya terlihat dari besarnya kontribusi terhadap PDB, tetapi juga dari perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

“Industri pengolahan tidak hanya menjadi kontributor terbesar, tetapi juga mendominasi pertumbuhan ekonomi nasional dibanding sektor lainnya,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (5/2).

Ekspor Menguat, Membuat Struktur Industri Pengolahan Kian Kokoh

Kinerja ekspor Industri Pengolahan turut memperkuat peran strategis sektor ini. BPS mencatat ekspor Industri Pengolahan tumbuh 1,73 persen pada 2023, kemudian melonjak menjadi 6,85 persen pada 2024, dan kembali meningkat menjadi 7,03 persen pada 2025. Pertumbuhan ekspor tersebut mencerminkan daya saing produk manufaktur Indonesia yang terus membaik di pasar global.

Di sisi lain, impor barang dan jasa menunjukkan tren yang lebih terkendali. Pada 2023, impor tercatat mengalami kontraksi sebesar 1,24 persen. Meskipun sempat meningkat pada 2024, tren impor kembali menurun pada 2025. Kombinasi antara peningkatan ekspor dan pengendalian impor menjadi sinyal positif bagi penguatan struktur sektor Pengolahan nasional.

Agus menilai, data tersebut membuktikan bahwa proses pendalaman dan penguatan struktur industri sudah berjalan. “Terjadi peningkatan ekspor dan penurunan tren impor dalam tiga tahun terakhir. Ini menunjukkan bahwa struktur sektor Pengolahan nasional semakin kuat,” jelasnya.

Memasuki 2026, Kementerian Perindustrian menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan sektor Pengolahan. Salah satu fokus utama adalah memperkuat integrasi industri kecil ke dalam rantai pasok industri besar dan industri dalam negeri. Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk mendorong pemerataan ekonomi dan memperkuat basis industri nasional.

Penguatan peran industri kecil dinilai tidak hanya akan meningkatkan kemandirian Industri Pengolahan, tetapi juga membuka peluang penciptaan lapangan kerja yang lebih luas dan berkualitas. Agus menegaskan bahwa sektor Pengolahan akan terus ditempatkan sebagai penggerak utama transformasi ekonomi menuju struktur yang lebih produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan