Siapa Adamas Belva Syah Devara?

Adamas Belva Syah Devara

Bagi kalangan millenial dan generasi z, nama Adamas Belva Syah Devara sudah cukup familiar. Terlebih sepak terjangnya di dunia startup bersama Ruang Guru sudah tidak perlu diragukan. Aplikasi Ruang Guru menjadi aplikasi paling populer di dunia pendidikan di Indonesia, dan sudah didownload sebanyak 10 juta kali di Play Store.

Adamas Belva Syah Devara atau yang biasa disapa Belva adalah pemuda lulusan Massachusetts Institute of Technology, Stanford University dan Harvard university yang kini menjabat sebagai CEO Ruangguru. Dia adalah anak sulung dari 3 bersaudara Tri Harsono dan Murni Hercahyani yang berprofesi sebagai pegawai negeri sipil.

Dia lahir pada 30 Mei 1990, merupakan lulusan SD Tunas Jaka Sampurna, SMP Al Azhar 4 dan SMA Presiden. Semua pendidikan ini, dia tempuh dengan beasiswa penuh berkat prestasinya. Setelah menyelesaikan pendidikan di Indonesia, Belva melanjutkan kuliah di luar negeri.

Dia mengambil sarjana di NTU dan magister di dua universitas, yaitu Stanford University dan Harvard university. Di sana dia mengambil gelar ganda untuk jurusan Kebijakan Publik di Harvard University dan Bisnis Manajemen di Stanford University. Di tahun 2014, dia bersama temannya Iman Usman mendirikan startup Ruang Guru, aplikasi yang berfokus pada layanan berbasis pendidikan.

Pada tahun 2016, usai menyelesaikan pendidikannya di Amerika Serikat, Belva memutuskan untuk kembali ke tanah air dan fokus membesarkan Ruangguru bersama Iman Usman. Di bawah komandonya, Ruang Guru berkembang pesat daripada platform pendidikan lainnya.

Ruang Guru menjadi startup teknologi edukasi terbesar di Indonesia yang menjangkau lebih dari 15 juta siswa di seluruh Indonesia dan 300.000 guru. Di tahun 2017, Ruang Guru pernah mendapat kucuran pendanaan seri B senilai SGD 7 miliar dari lembaga investasi Bank UOB.

Di tahun berikutnya, Ruang Guru mendapatkan pendanaan hibah dari program MIT Solve yang ditujukan untuk program Ruangguru Digital Bootcamp. Tidak hanya itu, di tahun yang sama aplikasi Ruangguru menjadi aplikasi belajar terpopuler berdasarkan Google Play User’s Choice Award 2018 dan memperoleh rating tertinggi untuk aplikasi belajar di Indonesia, dengan rating 4.7/5.

Bersama Iman Usman, Belva mendapatkan penghargaan sebagai pemuda di bawah usia 30 tahun tersukses dalam bidang consumer technology versi majalah Forbes Asia. Selain itu, dia juga mendapatkan penghargaan Under 40 The Vanguards 2018 dari majalah Prestige, ASEAN 40 Under 40 oleh ASEAN Advisory 2018, Atlassian Foundation MIT SOLVE Grantee 2017, Australian DFAT MIT SOLVE Grantee 2017 dan GSMA Innovation Fund Grantee 2017.

Belva juga tercatat pernah menjadi pembicara dalam World Economic Forum on ASEAN 2018. Terpilih menjadi pembicara dalam salah satu forum bergengsi di ASEAN ini tentu bukanlah hal yang mudah. Pada forum tersebut, Belva berada di antara tokoh-tokoh penting di ASEAN, termasuk presiden negara-negara ASEAN.

Belva juga pernah tercatat menjadi pembicara Konferensi Dunia untuk Kecerdasan Buatan dan Pendidikan Adaptif di Beijing, Tiongkok.

Di bulan November 2019, Belva menjadi satu diantara 12 stafsus millenial Presiden Joko Widodo. Namun hanya beberapa bulan, Belva memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai stafsus millenial dikarenakan adanya tuduhan pertentangan konflik kepentingan.

Pelatihan di Skill Academy Kartu Prakerja yang digembar-gemborkan pemerintah bisa diakses melalui aplikasi Ruang Guru. Tentunya, sebagai pendiri aplikasi ini, nama Belva ikut terseret karena dianggap memiliki kepentingan.

 

=======

Baca artikel menarik lainnya, seputar berita dan update bisnis lainnya di berempat.com