
Harga BTC terkoreksi hingga menembus batas psikologis 100.000 dolar AS membuat para pelaku pasar kripto dalam negeri kembali mencermati arah pergerakan aset digital di tengah ketidakpastian global. Penurunan ini dianggap sebagai refleksi dinamika pasar yang masih rentan terhadap perubahan kebijakan di Amerika Serikat dan perkembangan ekonomi dunia.
Vice President Indodax, Antony Kusuma, menjelaskan bahwa fase pelemahan tersebut mulai terlihat ketika Bitcoin jatuh melewati level support yang selama ini bertahan di sekitar 96.000 dolar AS. Situasi ini terjadi tak lama setelah Pemerintah Amerika Serikat kembali beroperasi usai Presiden Donald Trump menandatangani rancangan anggaran yang mengakhiri shutdown selama 43 hari.
Menurut Antony, tekanan yang muncul belakangan bukan sepenuhnya hal yang mengagetkan. Ia menilai bahwa siklus pasar kripto memang belum keluar dari fase sensitif yang dipengaruhi banyak faktor eksternal. “Penurunan harga Bitcoin di bawah 100.000 dolar AS dipicu sejumlah faktor makro dari luar,” ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Dinamika Suku Bunga dan Sensitivitas Pasar Kripto
Antony menambahkan bahwa gejolak pasar saat ini justru menggambarkan proses konsolidasi menuju pematangan industri aset digital. Ketidakpastian kebijakan suku bunga, terutama dari The Fed, masih menjadi salah satu faktor utama yang menentukan arah pergerakan Bitcoin. “Kebijakan suku bunga The Fed memiliki pengaruh yang sangat kuat pada sentimen investor,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa selama bank sentral Amerika belum memberikan sinyal yang jelas mengenai perubahan kebijakan, volatilitas akan sulit dihindari. Para investor cenderung menahan diri sebelum ada kepastian mengenai prospek pemangkasan suku bunga. Jika sinyal penurunan suku bunga pada Desember menjadi semakin kuat, langkah itu berpotensi membuka peluang pemulihan di pasar kripto global.
Antony juga menyoroti bahwa selesainya masa shutdown memberi ruang bagi regulator untuk kembali bekerja sehingga pasar bisa menyusun ulang arah dalam beberapa minggu ke depan. Namun, ia mengingatkan bahwa situasi seperti ini sebaiknya tidak menimbulkan panik. Harga BTC terkoreksi adalah bagian normal dalam mekanisme pasar kripto yang bergerak cepat.
Menurutnya, investor perlu tetap berpegang pada prinsip manajemen risiko yang disiplin. Setiap bentuk koreksi seharusnya menjadi momentum untuk meninjau ulang strategi investasi agar sesuai dengan profil risiko masing-masing. Di sisi lain, fluktuasi yang terjadi saat ini dapat menjadi pengingat bahwa pasar kripto membutuhkan pendekatan yang matang, bukan reaksi instan. Karena itu, ketika Harga BTC terkoreksi, respons yang paling bijak bukanlah kepanikan, melainkan evaluasi dan penyesuaian strategi jangka panjang.




