Penutupan Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Pasar Global, Ini Kata AS

0
36
Penutupan Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Pasar Global, Ini Kata AS
Penutupan Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Pasar Global, Ini Kata AS (Foto/CNN)
Pojok Bisnis

Kabar mengenai penutupan Selat Hormuz kembali menjadi sorotan setelah Iran mengumumkan langkah tersebut sebagai respons atas dugaan pelanggaran kesepakatan yang melibatkan Amerika Serikat. Namun, Washington segera membantah klaim itu dan menegaskan bahwa jalur pelayaran strategis tersebut masih beroperasi seperti biasa.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan aktivitas pelayaran internasional di kawasan tersebut tetap berjalan aman. Menurut mereka, puluhan kapal dagang masih melintas setiap hari tanpa hambatan berarti, termasuk kapal pengangkut energi yang memasok kebutuhan pasar global.

Dalam pernyataannya, militer AS menyebut sebanyak 55 kapal komersial berhasil melewati jalur tersebut dalam satu hari. Kapal-kapal itu membawa lebih dari 17 juta barel minyak menuju berbagai negara tujuan. Data tersebut dinilai menjadi bukti bahwa isu penutupan Selat Hormuz belum memengaruhi arus distribusi energi internasional.

Pihak AS juga menegaskan akan terus menjaga stabilitas kawasan dan memastikan seluruh pihak menjalankan komitmen yang telah disepakati sebelumnya. Kehadiran pasukan di wilayah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan jalur perdagangan dunia.

PT Mitra Mortar indonesia

Penutupan Selat Hormuz Picu Ketegangan Baru

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengatakan pemerintahnya belum menemukan bukti yang mendukung klaim mengenai penutupan Selat Hormuz. Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap perkembangan hubungan antara Washington dan Teheran.

Sebelumnya, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya yang merupakan salah satu komando militer utama Iran mengumumkan bahwa penutupan Hormuz dilakukan sebagai bentuk respons terhadap dugaan pelanggaran nota kesepahaman damai yang telah disepakati kedua negara.

Iran juga mengaitkan keputusan tersebut dengan meningkatnya ketegangan regional, terutama setelah serangan Israel di Lebanon selatan. Teheran menilai aksi tersebut bertentangan dengan semangat perdamaian dan komitmen yang sebelumnya telah dibangun bersama berbagai pihak.

Isu penutupan Selat Hormuz langsung menarik perhatian pasar internasional karena kawasan itu merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling vital di dunia. Gangguan sekecil apa pun berpotensi memengaruhi pasokan minyak global, memicu lonjakan harga energi, serta meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan.

Meski demikian, hingga saat ini aktivitas pelayaran di Selat Hormuz masih dilaporkan berlangsung normal. Otoritas Amerika Serikat menegaskan jalur tersebut tetap terbuka dan aman bagi kapal-kapal yang melintas.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan