Aktivis 98 Kecam Manuver Politik Erick Thohir

Manuver Politik Erick Thohir
Erick Thohir saat mengikuti kegiatan Banser beberapa waktu lalu. (dok: Suara.com)

Jakarta – Manuver politik Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, jelang pemiliu 2024 mendapat kecaman dari Koordinator Simpul Aktivis (Siaga) 98, Hasanuddin.

Ia menyebut Erick terindikasi menyalagunakan jabatan untuk kepentingan politik pribadi. Karena itu Hasanudin minta Presiden Joko Widodo mengambil langkah tegas.

“Presiden harus mengambil langkah tegas kepada Menteri BUMN Erick Thohir agar kepentingan rakyat tidak terbengkalai. Sebab, Erick telah menggunakan BUMN sebagai kendaraan politik. Dan hal ini sangat membahayakan. Sebab politisasi BUMN akan berdampak pada daya saing dan potensi penyalahgunaan barang milik negara yang BUMN kuasai,” terang Hasanudin.

Seperti diberitakan oleh RMOL, Kamis (9/6/2022) Hasanudin, menyebut tujuan BUMN adalah untuk membantu pemerintah mewujudkan kesejahteraan rakyat. Jangan malah menjadi kendaraan politik untuk kelompok tertentu. Sehingga tujuan utama untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat berubah menjadi sarana mengejar target politik. Ini berbahaya,” tandas Hasanuddin.

“Ini sudah melampaui batas profesionalisme dan kegiatan di luar jalur ekonomi atau dunia usaha,” kata dia lagi.

Hasanuddin menyebut, Erick telah menghancurkan harapan Presiden Joko Widodo yang ingin menempatkan sosok profesional atau dari kalangan pengusaha sebagai Meteri BUMN. Sebab, kata dia, Erick sudah tidak lagi mengelola BUMN secara entitas bisnis, namun seperti pemerintahan. Ia menjadi kepala pemerintahan di BUMN.

“Ini berbahaya, sebab negara tidak boleh berbisnis, karena itulah BUMN hadir agar BUMN dapat menjalankan fungsi profesional sebagai entitas bisnis. Resiko terbesar dari entitas bisnis BUMN adalah masuknya kepentingan politik. Dan resiko terlarang ini sudah diutak-atik oleh sang menteri,” pungkasnya.

Artikel SebelumnyaBPJT Siap Uji Coba Transaksi MLFF di Lima Ruas Jalan Tol
Artikel SelanjutnyaProduk Sabun Indonesia Kembali Menggeliat di Madagaskar.