Ekonomi Indonesia Tahun 2018 Tumbuh, tapi di Bawah Target APBN

0
209
Ilustrasi ekonomi Indonesia. (Okezone)

Berempat.com – Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa ekonomi Indonesia pada tahun 2018 tumbuh 5,17% dibanding tahun 2017 yang tercatat 5,07%. Namun, kendati demikian pertumbuhan tersebut tidak mencapai target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang ditetapkan sebesar 5,4%.

Meskipun begitu, Kepala BPS Suhariyanto mengatakan bahwa capaian pertumbuhan ekonomi ini sangat menggembirakan. “Jadi capaian pertumbuhan 5,17% ini cukup menggembirakan,” ujarnya di Kantor BPS, Jakarta, Rabu (6/2).

Suhariyanto pun menyebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun lalu sangat dipengaruhi perkembangan ekonomi global dan fluktuasi harga komoditas. Berdasarkan catatan BPS, harga komoditas non-migas di pasar global pada triwulan IV 2018 turun dibandingkan kuartal III dan kuartal IV 2017.

Selain harga komoditas non-migas yang turun, harga komoditas migas pun turun bila dibandingkan kuartal III 2018 dan kuartal IV 2017.

Kemudian, penurunan harga juga terjadi pada beberapa komoditas pangan dari kuartal IV 2018 ke kuartal III 2018, seperti minyak kelapa, minyak kelapa sawit dan ikan.

“Sementara yang mengalami penurunan dari kuartal IV 2017 ke kuartal IV 2018 antar lain minyak kelapa, teh, kedelai dan jagung,” lanjutnya.

Suhariyanto pun menyebut beberapa komoditas tambang mengalami penurunan harga seperti aluminium dan nikel.

Di samping itu, ia mengungkapkan bahwa ekonomi beberapa negara yang menjadi mitra Indonesia juga mengalami perlambatan. Tiongkok menjadi salah satu negara mitra Indonesia yang mengalami perlambatan ekonomi. Ekspor ke China yang tercatat di tahun 2018 hanya mencapai 14,5%. Ekonominya mengalami perlambatan menjadi 6,4% di kuartal IV 2018 atau lebih rendah dari 6,7% di kuartal IV 2017. Perlambatan ekonomi ini pun dialami oleh Amerika Serikat dan Singapura.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here