Sri Mulyani Perkirakan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,15% di 2018

0
247
Menteri Keuangan Sri Mulyani (Okezone/Yohana)

Berempat.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan ekonomi Indonesia pada 2018 tumbuh 5,12%, atau di bawah asumsi dalam APBN sebesar 5,4%.

“Kita perkirakan 5,15 persen, ada revisi dari sebelumnya 5,17 persen,” ujar Sri Mulyani sebagaimana dikutip dari Antara di Jakarta, Rabu (2/1).

Menurut Sri Mulyani, perkiraan tersebut merupakan pencapaian bagus mengingat kondisi ekonomi dunia yang masih diselimuti ketidakpastian.

Sri pun mengakui bahwa motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun lalu ialah permintaan domestik, terutama dari konsumsi rumah tangga, investasi maupun konsumsi pemerintah. Sementara untuk peningkatan kinerja ekspor dan impor masih terbatas sejalan dengan tren melemahnya perdagangan dunia sebagai dampak meningkatnya tekanan perang dagang.

“Kita melihat respon dari kebijakan di 2018 akan terasa di kuartal terakhir, namun ketidakpastian global mempengaruhi permintaan sehingga ada revisi ke bawah,” jelasnya.

Perempuan yang baru saja didaulat sebagai Menteri Keuangan Terbaik di dunia 2019 oleh majalah keuangan The Banker ini pun yakin bahwa pertumbuhan ekonomi akan berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja, pengurangan tingkat pengangguran, serta penurunan angka kemiskinan dan ketimpangan.

Ia pun menjabarkan bagaimana tingkat pengangguran pada Agustus 2018 lalu tercatat 5,34%, turun dibandingkan Maret 2018 yang mencapai 9,82% dan koefisien gini sebesar 0,389.

Sri Mulyani juga memaparkan realisasi sementara asumsi makro lainnya di 2018, yaitu laju inflasi 3,13%, tingkat suku bunga SPN 3 bulan 4,95%, dan nilai tukar Rp 14.247 per dolar AS.

“Sampai akhir tahun, stabilitas nilai tukar dapat dijaga pada kisaran Rp 14.247 per dolar AS atau terdepresiasi sekitar 6,9% dari posisi di akhir 2017,” jelasnya.

Kemudian, harga minyak mentah Indonesia 67,5 dolar AS per barel, lifting minyak 776 ribu barel per hari dan lifting gas 1.136 ribu barel setara minyak per hari.

Pergerakan harga minyak yang jauh melampaui asumsi dalam APBN sebesar 48 dolar AS per barel telah memberikan sumbangan kepada kenaikan penerimaan negara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here