Proyek Data Center Jatiluhur Disorot, Kemenperin Siapkan Evaluasi Lintas Kementerian

0
6
Proyek Data Center Jatiluhur Disorot, Kemenperin Siapkan Evaluasi Lintas Kementerian
Proyek Data Center Jatiluhur Disorot, Kemenperin Siapkan Evaluasi Lintas Kementerian (Foto Ilustrasi/Data Center)
Pojok Bisnis

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah menyiapkan pembentukan tim nasional untuk mengoordinasikan proyek data center di Indonesia. Rencana ini melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, guna memastikan pengembangan infrastruktur digital berjalan seiring dengan kesiapan sumber daya pendukung.

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan, tim nasional tersebut diharapkan dapat terbentuk dalam waktu dekat. Pemerintah ingin melibatkan berbagai pemangku kepentingan agar kebijakan pengembangan pusat data memiliki arah yang jelas dan pelaksanaannya lebih terkoordinasi.

Menurut Faisol, keberadaan pusat data semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap infrastruktur digital. Meski demikian, operasional fasilitas tersebut memerlukan pasokan listrik dan air dalam jumlah besar. Pemenuhan kebutuhan itu harus direncanakan dengan cermat agar tidak mengurangi ketersediaan sumber daya bagi masyarakat.

Ia menilai koordinasi lintas sektor diperlukan untuk mengatur kebutuhan energi dan air, termasuk dengan melibatkan PLN serta kementerian terkait. Dengan perencanaan yang tepat, proyek data center diharapkan mampu mendukung pertumbuhan industri tanpa menimbulkan tekanan berlebihan terhadap infrastruktur dasar.

PT Mitra Mortar indonesia

Kemenperin Evaluasi Proyek Data Center Jatiluhur

Selain membentuk tim nasional, Kemenperin berencana meminta masukan mengenai penghentian proyek BDX Data Centers di kawasan Jatiluhur, Jawa Barat. Faisol menyampaikan bahwa pihaknya belum mengadakan pertemuan resmi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membahas persoalan tersebut.

Meski begitu, Kemenperin berencana mengundang pemerintah daerah dan sejumlah kementerian untuk mengevaluasi pengembangan pusat data, baik di Jatiluhur maupun di wilayah lainnya. Pembahasan akan mencakup berbagai aspek yang memengaruhi kelayakan proyek.

Kemenperin juga telah berkomunikasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengenai persoalan tata ruang. Koordinasi berikutnya akan dilakukan bersama Kementerian Pekerjaan Umum untuk membahas kebutuhan air bagi operasional fasilitas tersebut.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan pembangunan data center sesuai dengan peruntukan kawasan serta didukung ketersediaan infrastruktur yang memadai.

Pemerintah Tekankan Aspek Lingkungan

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebelumnya mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan dalam pengembangan pusat data. Pertumbuhan ekonomi digital, termasuk perdagangan elektronik atau e-commerce, membuat kebutuhan terhadap fasilitas tersebut terus meningkat.

Namun, konsumsi energi dan air yang tinggi perlu menjadi pertimbangan sejak tahap perencanaan. Pemerintah pusat dan daerah juga perlu memastikan lokasi proyek sesuai dengan tata ruang serta tidak membebani sumber daya di sekitarnya.

Di kawasan industri, proyek data center diharapkan terintegrasi dengan infrastruktur pendukung dan aktivitas usaha lainnya. Koordinasi antarlembaga pun menjadi faktor penting agar investasi digital dapat berkembang secara berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat bagi industri dan masyarakat.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan