Penyaluran BPNT tahap ketiga kembali dilakukan pemerintah untuk periode Juli hingga September 2026. Bantuan Pangan Non-Tunai tersebut diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) secara berkala dengan nilai Rp200 ribu setiap bulan.
Karena pencairan dilakukan sekaligus untuk tiga bulan, setiap KPM berpotensi menerima bantuan senilai Rp600 ribu dalam satu tahap. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meringankan beban pengeluaran rumah tangga.
Kementerian Sosial (Kemensos) menerapkan penyesuaian dalam penetapan penerima bansos berdasarkan tingkat kesejahteraan yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Prioritas diberikan kepada masyarakat yang masuk desil 1 hingga 4, sejalan dengan kelompok sasaran Program Keluarga Harapan (PKH).
Penyaluran BPNT Bisa Dicek Lewat Ponsel
Masyarakat dapat memantau status penerima melalui situs resmi Cek Bansos Kemensos. Pengecekan dilakukan dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai KTP, kemudian mengisi kode captcha dan memilih menu “Cari Data”.
Setelah proses tersebut, sistem akan menampilkan informasi mengenai status penerima, jenis bantuan yang diperoleh, serta periode penyalurannya. Cara ini memudahkan masyarakat mengetahui perkembangan bantuan tanpa harus mendatangi kantor pemerintahan atau menunggu informasi dari petugas.
Selain melalui situs, pengecekan juga tersedia lewat aplikasi Cek Bansos Kemensos yang dapat diunduh melalui Play Store maupun App Store. Pengguna yang belum memiliki akun perlu melakukan pendaftaran terlebih dahulu, kemudian masuk ke menu “Cek Bansos” dan memasukkan NIK sesuai data kependudukan.
Pastikan Data Penerima Tetap Sesuai
Jika status penyaluran menunjukkan keterangan “YA”, masyarakat tercatat sebagai penerima BPNT. Sementara keterangan “Berhasil Persiapan Penyaluran” atau “Proses Transfer” menandakan bantuan masih berada dalam tahapan pencairan menuju rekening penerima.
KPM disarankan memeriksa informasi secara berkala selama periode Penyaluran BPNT tahap 3 berlangsung. Pemeriksaan tersebut penting untuk mengetahui apakah bantuan sudah masuk atau masih dalam proses transfer.
Data kependudukan dan rekening juga perlu dipastikan masih aktif serta sesuai dengan informasi yang tercatat dalam sistem. Kesalahan data dapat menghambat proses pencairan bantuan.
Dengan pengecekan rutin, masyarakat dapat mengetahui perkembangan Penyaluran BPNT sekaligus memastikan bantuan diterima sesuai periode yang telah ditetapkan pemerintah.





