Produksi Susu UHT Diperkuat, Industri Susu Nasional Siap Dukung Program MBG

0
51
Produksi Susu UHT Diperkuat, Industri Susu Nasional Siap Dukung Program MBG
Produksi Susu UHT Diperkuat, Industri Susu Nasional Siap Dukung Program MBG (Foto Ilustrasi)
Pojok Bisnis

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kesiapan industri pengolahan susu nasional guna mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian pemerintah adalah peningkatan Produksi Susu UHT, mengingat produk ini memiliki peran strategis dalam memastikan ketersediaan pangan bergizi yang aman, praktis, dan memiliki daya simpan panjang. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kualitas gizi masyarakat.

Komitmen penguatan Produksi Susu UHT tercermin dari realisasi investasi PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk senilai Rp1,14 triliun. Investasi tersebut diarahkan untuk memperluas kapasitas produksi sekaligus meningkatkan efisiensi proses industri agar mampu memenuhi kebutuhan program MBG secara berkelanjutan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa industri pengolahan susu memegang peranan penting dalam mendukung program prioritas pemerintah. Menurutnya, kesiapan industri tidak hanya dilihat dari sisi volume produksi, tetapi juga dari kualitas produk dan keberlanjutan pasokan bahan baku.

“Industri pengolahan susu nasional harus mampu menjawab kebutuhan program MBG secara konsisten. Pemerintah mendorong peningkatan kapasitas Produksi Susu UHT, penerapan teknologi modern, serta kemitraan yang kuat dengan peternak sapi perah dalam negeri,” ujar Agus Gumiwang dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (24/1).

PT Mitra Mortar indonesia

Investasi dan Teknologi Dorong Kapasitas Produksi

Sebagai bagian dari investasi tersebut, PT Ultrajaya telah mengoperasikan pabrik baru di Kawasan Industri MM 2100, Cibitung, Kabupaten Bekasi, sejak 8 Desember 2025. Fasilitas ini dilengkapi tiga lini Produksi Susu UHT dengan ukuran kemasan 125 mililiter dan 200 mililiter yang dirancang khusus untuk mendukung distribusi program MBG. Perusahaan juga berencana menambah lini produksi baru pada Maret 2026 guna memperkuat kapasitas nasional.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, menjelaskan bahwa pabrik tersebut telah mengadopsi teknologi industri 4.0 untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing. Teknologi yang diterapkan antara lain Automated Guided Vehicle (AGV), sistem forklift autopilot, Manufacturing Execution System (MES), serta sistem manajemen gudang berbasis Automated Storage and Retrieval System (ASRS).

“Penerapan teknologi industri 4.0 terbukti mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi energi, serta menjaga konsistensi mutu Produksi Susu UHT,” kata Putu.

Selain itu, pabrik Ultrajaya juga dilengkapi fasilitas pengolahan limbah cair melalui Waste Water Treatment Plant (WWTP) berbasis ultrafiltration. Sistem ini memungkinkan sebagian besar limbah cair didaur ulang dan digunakan kembali dalam proses produksi, sehingga mendukung prinsip industri ramah lingkungan.

Penguatan Hulu untuk Pasokan Susu Segar

Dari sisi hulu, penguatan Produksi Susu UHT juga dilakukan melalui pengamanan pasokan bahan baku susu segar. PT Ultrajaya saat ini mengelola dua peternakan sapi perah di wilayah Bandung dan Sumatera Utara dengan total populasi sekitar 7.000 ekor sapi. Perusahaan juga merencanakan penambahan investasi untuk sekitar 4.000 ekor sapi perah guna meningkatkan ketersediaan susu segar dalam negeri.

Kemenperin menilai langkah ini penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak lokal. Ke depan, pemerintah akan terus mendorong peningkatan pemanfaatan susu segar domestik dalam Produksi Susu UHT, sejalan dengan target program MBG dan agenda ketahanan pangan nasional.

Selain itu, Kemenperin juga mengajak PT Ultrajaya untuk mengikuti seleksi National Lighthouse Industry 4.0 sebagai percontohan industri pengolahan susu berbasis teknologi dan otomasi. Sebelumnya, Kemenperin telah menjalankan program digitalisasi di Tempat Penampungan Susu (TPS) guna menjaga kualitas, kandungan protein, dan kesegaran susu segar dari peternak.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan