Top Mortar tkdn
Home Bisnis Stunting Turun, Ahli Gizi Sebut Dampak MBG Mulai Terlihat di Lapangan

Stunting Turun, Ahli Gizi Sebut Dampak MBG Mulai Terlihat di Lapangan

0
128
Stunting Turun, Ahli Gizi Sebut Dampak MBG Mulai Terlihat di Lapangan
Stunting Turun, Ahli Gizi Sebut Dampak MBG Mulai Terlihat di Lapangan (Ilustrasi Foto MBG di Sekolah, Dok: BGN)
Pojok bisnis

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menunjukkan hasil positif di berbagai daerah. Dampak MBG kini mulai terasa nyata, terutama di Jayapura, di mana angka stunting berhasil ditekan secara signifikan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jayapura, prevalensi stunting turun dari 21,3 persen pada 2023 menjadi 15,15 persen per September 2025. Penurunan ini menandakan bahwa intervensi melalui penyediaan makanan bergizi berperan langsung dalam memperbaiki kondisi kesehatan anak-anak.

Selain memperhatikan gizi, pemerintah juga menaruh fokus besar pada keamanan pangan. Langkah-langkah evaluasi dan penanganan terus diperkuat untuk memastikan setiap makanan yang diberikan kepada anak sekolah aman dan memenuhi standar kesehatan. Pemerintah menyebut, pendekatan komprehensif yang dijalankan saat ini bukan hanya mencegah kasus keamanan pangan, tetapi juga menjaga keberlanjutan program.

Pelatihan dan Standar Ketat Jaga Kualitas Program

Untuk menjaga mutu dan keberlanjutan Dampak MBG, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam program ini. Para penjamah makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mendapatkan pelatihan intensif mengenai standar pengolahan dan keamanan pangan.

PT Mitra Mortar Indonesia

Dalam kegiatan terakhir, Bapanas melatih sebanyak 2.705 penjamah makanan dari 75 SPPG yang tersebar di Kota Kupang dan Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Pelatihan tersebut mencakup pengelolaan bahan makanan, penyimpanan, pengemasan, hingga proses distribusi agar makanan tetap segar saat diterima anak-anak di sekolah.

Ketua Umum DPP Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), Doddy Izwardy, menjelaskan bahwa keberhasilan Dampak MBG juga ditentukan oleh keterlibatan tenaga ahli gizi di setiap satuan pelaksana. “Ahli gizi ikut dalam perencanaan menu MBG sehingga kebutuhan karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral anak dapat terpenuhi sesuai usia,” ujar Doddy, dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (9/11/2025).

Ia menambahkan, standar gizi dalam program ini sudah disesuaikan dengan ketentuan Permenkes mengenai angka kecukupan gizi harian. Selain itu, proses quality control diterapkan secara ketat mulai dari pemilihan bahan baku hingga tahap pengiriman makanan ke sekolah. “Kalau masakan seperti oseng tauge teksturnya lembek, itu pertanda sudah tidak layak. Kita pastikan makanan seperti itu tidak sampai ke anak-anak,” tegasnya.

Perubahan Pola Makan Anak Sekolah

Lebih dari sekadar menekan angka stunting, manfaat program ini juga terlihat pada perubahan perilaku konsumsi anak-anak. Doddy menyebut, anak sekolah kini mulai mengenal dan terbiasa mengonsumsi makanan sehat berkat menu bervariasi yang disediakan MBG.

“Anak-anak jadi punya referensi baru tentang makanan sehat. Mereka mulai terbiasa makan sayur karena melihat teman-temannya juga makan. Efek sosial seperti ini penting untuk membentuk kebiasaan makan sehat sejak dini,” tuturnya.

Dengan hasil yang sudah mulai terlihat, Dampak MBG diharapkan dapat menjadi model keberhasilan nasional dalam menekan stunting sekaligus membangun budaya makan sehat di kalangan pelajar Indonesia.

Top Mortar Semen Instan