Minat Investasi Kian Merata, Jumlah Investor Pasar Modal Naik Tajam Sepanjang 2025

0
71
Minat Investasi Kian Merata, Jumlah Investor Pasar Modal Naik Tajam Sepanjang 2025
Minat Investasi Kian Merata, Jumlah Investor Pasar Modal Naik Tajam Sepanjang 2025 (Dok Foto, Sumber: ANTARA)
Pojok Bisnis

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencatatkan tonggak penting dalam perkembangan pasar keuangan nasional. Hingga Rabu, 17 Desember 2025, jumlah investor pasar modal Indonesia resmi melampaui angka 20 juta atau tepatnya mencapai 20.042.365 Single Investor Identification (SID). Capaian ini menegaskan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam aktivitas investasi di pasar modal.

Dibandingkan posisi akhir 2024, jumlah investor pasar modal meningkat signifikan sebesar 34,8 persen atau bertambah 5.170.726 SID dari sebelumnya 14.871.639 SID. Pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap instrumen pasar modal sekaligus hasil dari konsistensi upaya literasi dan inklusi keuangan yang dijalankan secara berkelanjutan.

Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menyampaikan bahwa lonjakan jumlah investor ini tidak terlepas dari strategi edukasi nasional yang dilakukan secara masif dan merata. “Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa upaya literasi, inklusi, dan aktivasi yang dilakukan BEI bersama para pemangku kepentingan berjalan efektif dan berdampak langsung pada peningkatan partisipasi masyarakat,” ujar Jeffrey dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Selain investor secara keseluruhan, pertumbuhan juga terlihat kuat pada segmen investor saham. Hingga pertengahan Desember 2025, jumlah investor saham tercatat mencapai 8.461.938 SID. Angka tersebut meningkat 32,6 persen atau bertambah 2.080.494 SID dibandingkan akhir 2024 yang berada di level 6.381.444 SID.

PT Mitra Mortar indonesia

Menurut Jeffrey, tren ini menunjukkan bahwa akses edukasi pasar modal kini semakin inklusif. Masyarakat dari berbagai latar belakang, termasuk di luar kota-kota besar, mulai menjadikan pasar modal sebagai alternatif investasi jangka panjang.

Literasi Merata, Infrastruktur Edukasi Jadi Kunci

Pertumbuhan jumlah investor pasar modal tidak terlepas dari peran infrastruktur edukasi yang semakin luas dan merata. Saat ini, BEI didukung hampir 1.000 Galeri Investasi (GI) BEI serta 29 Kantor Perwakilan BEI yang tersebar di seluruh Indonesia. Keberadaan jaringan ini memungkinkan edukasi pasar modal menjangkau pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum di berbagai daerah.

Sepanjang periode Januari hingga November 2025, BEI bersama GI BEI telah menyelenggarakan 59.037 kegiatan literasi, inklusi, dan aktivasi pasar modal. Total peserta yang terlibat mencapai lebih dari 29 juta orang. Program tersebut meliputi Pengantar Sekolah Pasar Modal (SPM), SPM Level 1 hingga 3, kunjungan ke BEI, lokakarya, simulasi perdagangan saham, hingga distribusi konten edukasi digital yang dilakukan secara konsisten.

Upaya pemerataan literasi juga diperkuat melalui Program Duta Pasar Modal (DPM). Pada 2025, sebanyak 3.650 DPM aktif terlibat dalam berbagai kegiatan edukasi di daerah, melanjutkan peran lebih dari 6.000 DPM pada tahun sebelumnya. Para DPM berperan sebagai ujung tombak edukasi dengan mendorong pembukaan rekening efek, khususnya di lingkungan perguruan tinggi.

Seiring pertumbuhan jumlah investor, kinerja pasar modal Indonesia juga menunjukkan tren positif. Pada 8 Desember 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi sepanjang masa dengan penutupan di level 8.710,695. Kapitalisasi pasar pada saat itu turut menembus Rp16.004 triliun, mencerminkan pendalaman pasar yang semakin kuat.

Hingga penutupan perdagangan 15 Desember 2025, kapitalisasi pasar BEI tercatat mencapai Rp15.787 triliun atau setara 947 miliar dolar AS. Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian berada di level Rp17,67 triliun atau sekitar 1,07 miliar dolar AS.

Dengan capaian tersebut, BEI kini masuk dalam kategori “billion dollar exchange”, yakni kelompok bursa global dengan nilai transaksi harian di atas 1 miliar dolar AS. “Capaian ini menempatkan Indonesia sejajar dengan bursa utama dunia dan menunjukkan pasar modal nasional semakin likuid dan kompetitif,” pungkas Jeffrey.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan