Kebiasaan Jajan Di Luar Rumah tampaknya semakin melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Hal ini terlihat dari meningkatnya pengeluaran untuk membeli makanan dan minuman siap santap berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS). Data tersebut menunjukkan bahwa masyarakat semakin banyak mengalokasikan uang untuk makanan jadi dibandingkan sejumlah bahan pangan yang biasa diolah sendiri di rumah.
Dalam laporan Pengeluaran untuk Konsumsi Penduduk Indonesia Maret 2026 yang dirilis pada Oktober 2026, BPS mencatat pengeluaran makanan dan minuman jadi mencapai Rp277.302 per kapita per bulan. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode Maret 2025 yang tercatat sebesar Rp248.501 per kapita per bulan.
Kenaikan ini memperlihatkan besarnya porsi konsumsi makanan siap santap dalam pengeluaran rumah tangga. Nilainya bahkan jauh melampaui pengeluaran untuk beberapa bahan pangan pokok yang umumnya dibeli untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Sebagai perbandingan, pengeluaran masyarakat untuk membeli beras pada Maret 2026 tercatat sebesar Rp92.141 per kapita per bulan. Sementara itu, pengeluaran untuk ikan berada di angka Rp63.533 per kapita per bulan.
Perbedaan tersebut menggambarkan bagaimana pola konsumsi masyarakat terus berkembang. Aktivitas Jajan Di Luar Rumah kini menjadi pilihan praktis bagi banyak orang, terutama mereka yang memiliki rutinitas padat dan membutuhkan makanan tanpa harus melewati proses memasak.
Gaya Hidup Modern Dorong Kebiasaan Jajan Di Luar Rumah
Perubahan gaya hidup menjadi salah satu faktor yang ikut memengaruhi meningkatnya konsumsi makanan siap santap. Jadwal kerja, kegiatan pendidikan, hingga aktivitas harian lainnya membuat sebagian masyarakat memilih membeli makanan di warung, restoran, maupun gerai makanan cepat saji.
Kemudahan teknologi juga turut memperkuat kebiasaan tersebut. Kehadiran layanan pesan antar memungkinkan masyarakat memesan makanan melalui ponsel tanpa harus mendatangi tempat penjualan secara langsung. Pilihan menu yang beragam dan akses yang semakin mudah membuat makanan siap santap menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Di tengah kondisi tersebut, Jajan Di Luar Rumah juga menjadi bagian dari kebiasaan konsumsi masyarakat perkotaan maupun kelompok yang memiliki mobilitas tinggi. Meski menawarkan kepraktisan, pengeluaran yang terus meningkat tetap perlu diperhatikan agar tidak membebani anggaran bulanan.
Data BPS memberikan gambaran bahwa perubahan pola konsumsi masyarakat tidak hanya berkaitan dengan jenis makanan yang dibeli, tetapi juga cara masyarakat memenuhi kebutuhan pangan. Ke depan, kebiasaan Jajan Di Luar Rumah diperkirakan tetap menjadi bagian penting dari dinamika konsumsi, seiring berkembangnya layanan kuliner dan perubahan aktivitas masyarakat.





