Harga Bitcoin Melemah Lagi, Investor Waspadai Inflasi dan Perubahan Metodologi MSCI

0
9
Harga Bitcoin Melemah Lagi, Investor Waspadai Inflasi dan Perubahan Metodologi MSCI
Harga Bitcoin Melemah Lagi, Investor Waspadai Inflasi dan Perubahan Metodologi MSCI (Foto Ilustrasi BTC/Dok Foto PXhere)
Pojok Bisnis

Harga Bitcoin Melemah Lagi pada perdagangan Jumat waktu Amerika Serikat setelah sentimen risiko di pasar keuangan memburuk. Tekanan terhadap saham teknologi dan perusahaan kecerdasan buatan (AI) di Wall Street turut membebani pergerakan aset kripto terbesar di dunia tersebut.

Mengutip Investing.com, Sabtu (17/10/2026), Bitcoin turun 0,8 persen ke level USD81.592,1. Sehari sebelumnya, harganya sempat merosot di bawah USD80.000 sebelum kembali naik akibat aksi beli ketika harga melemah.

Dalam sepekan, Bitcoin terkoreksi 1,6 persen dan berpotensi mencatat penurunan mingguan selama dua pekan berturut-turut. Sejak awal Oktober, nilainya juga telah turun lebih dari 2 persen. Kondisi ini kembali menggagalkan fenomena Uptober, sebutan bagi kecenderungan penguatan Bitcoin pada Oktober, untuk tahun kedua berturut-turut.

Arus Keluar ETF Menambah Tekanan Bitcoin

Pergerakan Harga Bitcoin Melemah Lagi turut dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk kenaikan imbal hasil obligasi, lonjakan harga minyak, serta keluarnya dana dari produk investasi berbasis Bitcoin.

PT Mitra Mortar indonesia

Data SoSoValue mencatat ETF Bitcoin spot mengalami arus keluar sekitar USD146,2 juta sepanjang pekan berjalan hingga Jumat. Angka tersebut mengindikasikan potensi berlanjutnya penarikan dana selama dua pekan berturut-turut.

Sentimen pasar juga tertekan oleh data inflasi Amerika Serikat pada September yang melampaui perkiraan. Kondisi ini meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) dapat mempertahankan suku bunga tinggi atau mempertimbangkan pengetatan kebijakan lebih lanjut.

Suku bunga tinggi cenderung mengurangi daya tarik aset berisiko seperti kripto karena instrumen berbunga menjadi relatif lebih menarik. Tekanan tersebut juga memicu aksi ambil untung setelah Bitcoin mencatat kenaikan pada kuartal II 2026.

Kebijakan MSCI Tekan Saham Strategy

Tekanan pasar turut terlihat pada saham Strategy yang anjlok 9,6 persen pada Jumat. Perusahaan pemegang Bitcoin dalam jumlah besar itu terdampak pengumuman MSCI mengenai metodologi indeks baru yang berpotensi membuatnya keluar dari sejumlah indeks.

Aturan tersebut dijadwalkan berlaku pada peninjauan indeks November. MSCI akan menilai perusahaan berdasarkan kriteria aset operasional dan sejumlah rasio keuangan, menggantikan pembatasan sementara yang menyasar perusahaan dengan aset digital minimal 50 persen dari total aset.

Rangkaian tekanan tersebut membuat Harga Bitcoin Melemah Lagi dan menunjukkan bahwa pergerakan kripto masih sensitif terhadap perubahan kebijakan moneter, arus investasi, serta dinamika pasar saham global.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan