Rupiah Melemah Tajam, Purbaya Yakin Kondisi Rupiah Segera Pulih

0
6
Rupiah Melemah Tajam, Purbaya Yakin Kondisi Rupiah Segera Pulih
Rupiah Melemah Tajam, Purbaya Yakin Kondisi Rupiah Segera Pulih (Dok Foto: Kemenkeu)
Pojok Bisnis

Kondisi Rupiah kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah nilai tukar mata uang Garuda bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan awal pekan. Meski demikian, pemerintah menegaskan situasi saat ini tidak dapat disamakan dengan krisis moneter 1998 karena fondasi ekonomi nasional dinilai masih berada dalam kondisi kuat dan stabil.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan rupiah yang terjadi belakangan lebih dipengaruhi sentimen global dan dinamika pasar keuangan jangka pendek. Menurutnya, masyarakat tidak perlu terlalu khawatir karena kondisi ekonomi Indonesia saat ini jauh berbeda dibandingkan masa krisis lebih dari dua dekade lalu.

Purbaya menjelaskan, pada 1997 hingga 1998 Indonesia mengalami tekanan berlapis mulai dari resesi ekonomi, ketidakstabilan politik, hingga runtuhnya kepercayaan pasar. Situasi tersebut berbeda dengan saat ini karena pertumbuhan ekonomi nasional masih terjaga dan aktivitas ekonomi domestik tetap bergerak positif.

“Kondisi Rupiah saat ini memang sedang menghadapi tekanan, tetapi fundamental ekonomi Indonesia masih kuat. Kita masih punya ruang untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional,” ujar Purbaya usai menghadiri acara penyerahan pesawat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin.

PT Mitra Mortar indonesia

Ia menambahkan, pemerintah masih memiliki berbagai instrumen kebijakan untuk menjaga stabilitas pasar keuangan, termasuk melalui penguatan pasar obligasi dan koordinasi bersama Bank Indonesia.

Pemerintah Intervensi Pasar Obligasi

Di tengah pelemahan nilai tukar dan tekanan terhadap pasar saham, pemerintah mulai melakukan langkah intervensi di pasar obligasi negara. Langkah tersebut dilakukan guna menjaga kepercayaan investor sekaligus menahan potensi aksi jual besar-besaran yang bisa memperburuk situasi pasar.

Menurut Purbaya, pemerintah akan meningkatkan volume pembelian obligasi agar pergerakan pasar surat utang tetap terkendali. Kebijakan ini diambil untuk mengurangi risiko capital loss yang dapat dialami investor ketika harga obligasi mengalami penurunan tajam.

Selain itu, pemerintah juga menilai Kondisi Rupiah masih cukup aman karena didukung pertumbuhan ekonomi nasional yang tetap berada di jalur positif. Faktor tersebut diyakini menjadi pembeda utama dibandingkan situasi saat Indonesia mengalami krisis ekonomi pada 1998.

Di sisi lain, pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat menyentuh level 6.628 juga dinilai hanya dipicu sentimen pasar jangka pendek. Pemerintah meminta investor domestik tidak panik menghadapi koreksi yang terjadi di pasar modal.

Purbaya bahkan mengajak investor untuk tetap tenang dan melihat peluang investasi di tengah tekanan pasar saat ini. Ia optimistis kondisi pasar akan kembali stabil dalam waktu relatif singkat.

“Kondisi Rupiah dan pasar saham saat ini masih bisa dikendalikan. Koreksi yang terjadi lebih bersifat teknikal dan dipengaruhi sentimen global,” katanya.

Berdasarkan data perdagangan Senin pagi, rupiah tercatat melemah 33 poin atau sekitar 0,19 persen menjadi Rp17.630 per dolar AS. Angka tersebut lebih rendah dibanding posisi penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.597 per dolar AS.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan