Redanya Ketegangan Timteng Dorong Rupiah Sedikit Menguat

0
4
Redanya Ketegangan Timteng Dorong Rupiah Sedikit Menguat
Redanya Ketegangan Timteng Dorong Rupiah Sedikit Menguat (Foto Ilustrasi)
Pojok Bisnis

Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Kamis pagi di tengah meredanya ketegangan timteng yang sebelumnya sempat menekan pasar keuangan global. Penguatan mata uang Garuda terjadi seiring meningkatnya optimisme investor terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Pada perdagangan pagi, rupiah tercatat naik 62 poin atau sekitar 0,36 persen ke posisi Rp17.325 per dolar Amerika Serikat. Sebelumnya, rupiah ditutup di level Rp17.387 per dolar AS. Pergerakan ini mencerminkan sentimen pasar yang mulai membaik setelah perkembangan terbaru terkait konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai penguatan rupiah tidak lepas dari mulai meredanya ketegangan timteng antara Amerika Serikat dan Iran. Selain itu, dukungan pemerintah China terhadap upaya gencatan senjata turut memberikan sentimen positif bagi pasar global.

Menurut Josua, kondisi tersebut membuat mayoritas mata uang dunia bergerak menguat terhadap dolar AS, termasuk rupiah. Investor mulai melihat adanya peluang stabilitas geopolitik yang lebih baik setelah sejumlah pernyataan diplomatik dari negara-negara besar.

PT Mitra Mortar indonesia

China sebelumnya menyampaikan dukungannya terhadap penghentian konflik di kawasan Timur Tengah. Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menegaskan bahwa penghentian permusuhan menjadi langkah penting demi menjaga stabilitas global. Ia juga menilai kelanjutan negosiasi merupakan jalan terbaik untuk menghindari konflik berkepanjangan.

Harapan Perdamaian Dongkrak Sentimen Pasar

Meredanya ketegangan timteng semakin diperkuat oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyebut pembicaraan dengan Iran menunjukkan perkembangan positif dalam 24 jam terakhir. Trump bahkan menilai peluang tercapainya kesepakatan permanen untuk mengakhiri konflik cukup besar.

Ia menegaskan tidak ada tenggat waktu khusus dalam proses negosiasi tersebut. Pernyataan ini dipandang pasar sebagai sinyal bahwa jalur diplomasi masih terbuka lebar dan berpotensi mengurangi risiko eskalasi konflik lebih lanjut.

Kondisi tersebut langsung berdampak pada pergerakan pasar keuangan global. Investor mulai kembali masuk ke aset berisiko, sementara tekanan terhadap dolar AS perlahan mereda. Situasi ini turut membantu penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Josua menyebut dukungan China terhadap gencatan senjata menjadi salah satu faktor penting yang mendorong optimisme pasar. Harapan bahwa ketegangan timteng dapat diselesaikan melalui jalur diplomasi membuat sentimen investor berangsur membaik.

Data Ekonomi AS Turut Tekan Dolar

Selain faktor geopolitik, pelemahan dolar AS juga dipengaruhi oleh data ekonomi Amerika Serikat yang berada di bawah ekspektasi pasar. Laporan ADP Employment Change April 2026 menunjukkan penambahan tenaga kerja hanya mencapai 109 ribu.

Meski angka tersebut meningkat dibanding bulan sebelumnya yang berada di level 61 ribu, capaian itu masih lebih rendah dari proyeksi pasar sebesar 120 ribu. Data tersebut memicu spekulasi bahwa laju ekonomi AS mulai melambat sehingga menekan penguatan dolar.

Kombinasi antara meredanya ketegangan timteng dan melemahnya data ketenagakerjaan AS akhirnya memberikan ruang bagi rupiah untuk bergerak lebih stabil pada perdagangan hari ini.

Pelaku pasar kini masih mencermati perkembangan lanjutan negosiasi antara AS dan Iran, termasuk langkah diplomatik negara-negara besar lainnya. Jika situasi geopolitik terus membaik, tekanan terhadap pasar keuangan global diperkirakan dapat semakin mereda dalam beberapa waktu ke depan.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan