Kreativitas Jadi Andalan, Industri Kriya Indonesia Jadi Motor Ekonomi Kreatif

0
212
Kreativitas Jadi Andalan, Industri Kriya Indonesia Jadi Motor Ekonomi Kreatif
Kreativitas Jadi Andalan, Industri Kriya Indonesia Jadi Motor Ekonomi Kreatif (Dok Foto: Kemenekraf)
Pojok Bisnis

Industri kriya Indonesia terus menunjukkan taji di kancah internasional. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar menegaskan bahwa sektor ini tidak lagi hanya berbicara soal produk, melainkan juga nilai tambah berupa desain, fungsionalitas, dan kisah di balik karya. Menurutnya, industri kriya Indonesia kini menjadi salah satu motor penting yang menggerakkan perekonomian kreatif nasional.

“Kita tidak sekadar menjual kursi atau meja, tetapi menjual desain, fungsionalitas, dan storytelling yang memberi nilai tambah. Itulah kekuatan Indonesia, berbeda-beda namun tetap satu, berkolaborasi lintas subsektor untuk membangun ekosistem yang tangguh,” ujar Irene dalam peresmian International Furniture and Craft Fair Indonesia (IFFINA+) 2025 di ICE BSD, Rabu (17/9/2025).

IFFINA+ Jadi Panggung Global

IFFINA+ 2025 digelar pada 17–20 September dengan mengusung tema Story of Origin. Pameran ini menghadirkan lebih dari 150 merek dan 25 desainer, sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas subsektor ekonomi kreatif. Ajang tersebut diharapkan tidak hanya menjadi etalase furnitur dan kriya, tetapi juga pintu bagi produk lokal untuk merambah pasar global.

Menurut Irene, langkah ini memperlihatkan bahwa sektor furnitur dan kriya tanah air telah naik kelas. “IFFINA+ 2025 menunjukkan bahwa industri furnitur dan desain Indonesia sudah bergerak ke level internasional. Kreativitas Indonesia adalah the new engine of growth bagi perekonomian nasional sekaligus dunia,” ujarnya.

PT Mitra Mortar indonesia

Material Lokal, Kualitas Global

Sejalan dengan Irene, Lea Aziz, Principal PT Elenbee Cipta Design, menilai kekayaan material Indonesia memberi peluang besar bagi dunia desain. Ia menyebut rotan, kayu, hingga material lokal lain mampu tampil memukau di mata pembeli internasional.

“Indonesia sangat kaya. Di IFFINA+ kita bisa melihat bagaimana craft, rotan, dan material lokal dikurasi untuk kebutuhan arsitek, interior, maupun produk siap ekspor. Ini membuktikan bahwa kriya Indonesia bisa sejajar dengan produk kelas dunia,” kata Lea.

Pameran ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang menuju visi Indonesia Emas 2045. Dengan mengedepankan inovasi, kolaborasi lintas subsektor, serta keberanian tampil di panggung global, industri kreatif nasional—khususnya kriya dan desain—diproyeksikan terus memberi kontribusi besar bagi perekonomian.

IFFINA+ 2025 pun bukan sekadar ajang pameran, melainkan juga momentum strategis yang menegaskan bahwa industri kriya Indonesia mampu bersaing secara global, membawa identitas lokal dengan kualitas internasional.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan