Raja Ampat Raih Penghargaan Sebagai “Must Visit Location”

(Dok: kemenparekraf.go.id)

Jakarta  – Raja Ampat di Papua Barat yang berhasil meraih penghargaan must visit location dari  Lonely Planet.

Raja Ampat terpilih menjadi satu dari enam destinasi global dari seluruh dunia yang direkomendasikan sebagai destinasi yang harus dikunjungi (must visit location) pada tahun 2023 sebagai ‘unwind destination’.

Destinasi yang terkenal dengan keindahan bawah lautnya itu terpilih sebagai destinasi untuk rileks, lari dari kesibukan, melepaskan penat, dan gateway untuk mencari ketenangan dan kedamaian.

Kelima destinasi lainnya yang mendapatkan penghargaan dalam kategori yang sama yaitu Halkidiki Yunani, Jamaica, Dominica, Malta, dan Jordan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam pernyataanya, Kamis (17/11) mengatakan, penghargaan ini membawa harapan akan kebangkitan destinasi pariwisata Indonesia yang berkualitas dan berkelas dunia.

Sekaligus membuktikan bahwa tren global pariwisata kedepan telah berubah dari 3S lama, yaitu Sand, Sun, and Sea menjadi 3S baru, yaitu Spirituality, Serenity, dan Sustainability.

“Raja Ampat adalah salah satu contoh destinasi yang lengkap 3S barunya dan sebagai informasi, Arborek, Desa Wisata yang berhasil dikembangkan di wilayah ini merupakan proyek percontohan desa wisata yang sukses menjadi destinasi pariwisata berkualitas dan berkelanjutan,” kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Sementara itu, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Ni Made Ayu Marthini, menambahkan, Raja Ampat terpilih karena coral reefs dan diving spot di wilayah ini tidak ada tandingannya di dunia. Atmosfer less crowded-nya mampu menjadi alternatif pulau baru Indonesia bagi para wisatawan mancanegara.

“Kami berharap penghargaan ini membantu meningkatkan awareness masyarakat internasional akan Raja Ampat dan Indonesia, sekaligus memacu seluruh aktor pariwisata Indonesia untuk meningkatkan manajemen pengelolaan destinasi 3S baru dengan lebih giat lagi,” katanya.

Artikel Sebelumnya200 Delegasi Rumuskan Pariwisata Pasca Pandemi di GTF-AM
Artikel SelanjutnyaFesyen Menjadi Andalan Ekspor Ekonomi Kreatif