Tas Kulit Buatan UMKM Punya Daya Saing Tinggi, Ekspor Terus Berkembang

0
9
Tas Kulit Buatan UMKM Punya Daya Saing Tinggi, Ekspor Terus Berkembang
Tas Kulit Buatan UMKM Punya Daya Saing Tinggi, Ekspor Terus Berkembang (Foto Ilustrasi, Tas Kulit/Wikimedia Comons)
Pojok Bisnis

Tas kulit buatan UMKM Indonesia mulai mendapat tempat di pasar internasional. Sejumlah pelaku usaha kecil dan menengah berhasil membawa produk kerajinan lokal ke berbagai negara dengan mengandalkan kualitas bahan, keterampilan pengerjaan, serta desain yang memiliki ciri khas tersendiri. Capaian tersebut menunjukkan bahwa produk lokal mampu bersaing dengan merek dari negara lain.

Salah satu contohnya datang dari pelaku UMKM di kawasan Antapani, Bandung. Pada 5 Agustus 2025, usaha tersebut melepas ekspor tas kulit ke Arab Saudi. Produk yang dikirim menggunakan kulit sapi asli dan memiliki detail khusus berupa aksesori kunci tas berbentuk Kakbah dengan lapisan sepuhan emas.

Keunikan produk juga terlihat dari penggunaan unsur budaya Nusantara. Perajin menggabungkan kain batik, tenun, dan songket dari sejumlah daerah ke dalam koleksi tas maupun sepatu. Pendekatan tersebut menjadi pembeda yang memperkuat identitas produk ketika dipasarkan ke konsumen luar negeri.

Peluang serupa dimanfaatkan oleh UMKM asal Yogyakarta yang telah beroperasi sejak 2015. Usaha ini memproduksi berbagai model tas dengan bahan kulit impor dan secara rutin menjangkau pasar ekspor. Sejumlah negara yang menjadi tujuan pemasaran produknya meliputi Amerika Serikat, Belanda, Korea Selatan, Taiwan, dan Vietnam.

PT Mitra Mortar indonesia

Tas Kulit Buatan UMKM Perluas Jangkauan ke Pasar Global

Dari Depok, pelaku usaha kerajinan kulit juga mencatat perkembangan positif. Produk tas yang dibuat secara handmade berhasil dipasarkan ke sejumlah negara, mulai dari Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Singapura, Jepang, hingga Brasil. Produk tersebut juga telah menjangkau beberapa negara di kawasan Eropa.

Keberhasilan para pelaku usaha ini memperlihatkan besarnya peluang industri kerajinan kulit nasional. Tas kulit buatan UMKM memiliki ruang untuk berkembang melalui penguatan desain, kualitas produksi, dan pemanfaatan kekayaan budaya sebagai karakter produk.

Secara nasional, sektor industri kulit dan barang dari kulit turut memberikan kontribusi terhadap perdagangan luar negeri. Pada 2024, nilai ekspor komoditas kulit Indonesia mencapai US$4,6 miliar. Angka tersebut tumbuh sekitar 8 persen dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya.

Dari total nilai tersebut, ekspor alas kaki berbahan kulit menjadi penyumbang terbesar dengan nilai US$3,1 miliar atau sekitar 69 persen. Sementara itu, produk tas dan barang sejenis berbahan kulit mencatatkan ekspor US$1,1 miliar, setara 25,6 persen dari keseluruhan nilai ekspor komoditas tersebut.

Besarnya kontribusi ini membuka peluang bagi lebih banyak perajin untuk mengembangkan produk dan memperluas jaringan pemasaran. Dengan menjaga mutu serta menghadirkan desain yang memiliki identitas kuat, tas kulit buatan UMKM berpotensi memperkuat posisi produk kerajinan Indonesia di pasar internasional.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan