Dari Durian hingga Walet, Produk Lokal Tembus Pasar China dengan Prospek Cerah

0
82
Dari Durian hingga Walet, Produk Lokal Tembus Pasar China dengan Prospek Cerah
Dari Durian hingga Walet, Produk Lokal Tembus Pasar China dengan Prospek Cerah (Dok Foto: Kementerian UMKM)
Pojok Bisnis

Upaya mendorong Produk Lokal Tembus Pasar China semakin diperkuat pemerintah melalui langkah konkret yang dilakukan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Komitmen ini ditegaskan usai keikutsertaan Indonesia dalam forum Indonesia–China SME, Trade and Investment Cooperation Forum 2026 yang digelar di China.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyebut, dorongan agar Produk Lokal Tembus Pasar China menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperluas akses ekspor sekaligus mengintegrasikan pelaku usaha kecil ke dalam rantai pasok global. Menurutnya, China merupakan pasar potensial dengan permintaan tinggi terhadap berbagai komoditas unggulan Indonesia.

Dalam forum tersebut, sejumlah produk pertanian dan hasil alam Indonesia mendapat respons positif dari pelaku usaha China. Komoditas seperti durian, manggis, buah naga, hingga sarang burung walet dinilai memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan. Bahkan, untuk sarang burung walet, Indonesia saat ini telah memenuhi sebagian besar kebutuhan pasar di negara tersebut.

Permintaan yang tinggi ini dinilai menjadi momentum penting agar Produk Lokal Tembus Pasar China secara lebih luas dan berkelanjutan. Maman menekankan, peluang tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan ekspor, tetapi juga mampu mendorong pelaku UMKM dan petani lokal naik kelas dari sisi kapasitas produksi maupun kualitas produk.

PT Mitra Mortar indonesia

Ia menambahkan, sektor musiman seperti petani durian memiliki potensi besar untuk berkembang jika didukung dengan sistem distribusi dan pemasaran yang tepat. Pemerintah pun berupaya memastikan agar peluang ini bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku usaha dalam negeri.

Dorong Digitalisasi dan Standarisasi Produk UMKM

Selain fokus pada perluasan pasar, pemerintah juga menyiapkan langkah penguatan dari sisi internal. Salah satunya melalui integrasi sistem digital yang diharapkan mampu mempercepat proses ekspor dan meningkatkan daya saing produk. Program digitalisasi seperti SAPA UMKM akan menjadi tulang punggung dalam mendukung target Produk Lokal Tembus Pasar China.

Di sisi lain, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Pemerintah berencana memfasilitasi pelaku UMKM untuk mempelajari sistem pengembangan usaha di China, termasuk dalam hal manajemen, produksi, hingga pemasaran berbasis teknologi.

Namun, upaya ini tidak lepas dari sejumlah tantangan. Salah satu kendala yang dihadapi adalah hambatan teknis dalam proses ekspor, seperti tertahannya produk sarang burung walet di bea cukai China. Pemerintah pun telah menjalin komunikasi dengan otoritas setempat untuk mencari solusi agar arus distribusi kembali lancar.

Untuk mempercepat realisasi Produk Lokal Tembus Pasar China, kedua negara sepakat membentuk tim bersama yang bertugas menyelaraskan standar dan regulasi. Harmonisasi ini dinilai penting agar produk UMKM Indonesia dapat memenuhi persyaratan teknis yang berlaku di pasar internasional.

Sebagai langkah lanjutan, kerja sama bilateral ini akan diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman yang dijadwalkan berlangsung dalam forum APEC khusus UMKM pada September 2026. Pemerintah optimistis, melalui kolaborasi ini, peluang ekspansi produk lokal ke pasar global, khususnya China, akan semakin terbuka lebar.

Dengan strategi yang terarah, harapan agar Produk Lokal Tembus ke China bukan lagi sekadar wacana, melainkan menjadi realitas yang mampu mengangkat daya saing UMKM Indonesia di kancah internasional.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan