Sektor Kreatif Melaju, Holding UMKM Fesyen dan Kerajinan Tangan Resmi Dibentuk

0
101
Sektor Kreatif Melaju, Holding UMKM Fesyen dan Kerajinan Tangan Resmi Dibentuk
Sektor Kreatif Melaju, Holding UMKM Fesyen dan Kerajinan Tangan Resmi Dibentuk (Dok Foto: Kementerian UMKM)
Pojok Bisnis

Kementerian UMKM terus memperkuat fondasi industri kreatif nasional lewat peluncuran program Holding UMKM untuk klaster Fesyen dan Kerajinan Tangan. Langkah ini disebut sebagai upaya strategis untuk membangun ekosistem usaha yang lebih terhubung, khususnya bagi pelaku mikro dan kecil yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan dalam rantai pasok.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, menyampaikan bahwa Holding UMKM dirancang sebagai jembatan kemitraan antara pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar tiap klaster memiliki struktur yang lebih rapi dan terintegrasi. Dengan pola ini, usaha menengah diharapkan mampu berperan sebagai penggerak utama yang menghubungkan pelaku kecil dalam satu sistem produksi yang sama.

Bagus menjelaskan, banyak kendala yang selama ini menghambat pelaku mikro berkembang, mulai dari keterbatasan kapasitas produksi, lemahnya akses pembiayaan, hingga belum meratanya standardisasi mutu. Melalui struktur klaster yang lebih terorganisir, hambatan-hambatan tersebut dapat diselesaikan bersama sehingga usaha kecil punya peluang yang sama untuk masuk ke pasar yang lebih luas.

“Holding UMKM ini merupakan bagian dari transformasi struktural yang mengutamakan integrasi dan keberlanjutan. Kita ingin ekosistem UMKM tumbuh dalam satu rantai pasok yang efektif dan stabil,” ujar Bagus di Klaten, Jawa Tengah, Rabu (19/11).

PT Mitra Mortar indonesia

Dorongan bagi Sektor Kreatif Lokal

Peluncuran klaster Fesyen dan Kerajinan Tangan dipilih karena kedua sektor ini menjadi pilar penting industri kreatif Indonesia. Data pemerintah menunjukkan sektor fesyen mencatat kontribusi Rp249,67 triliun terhadap PDB dan menghasilkan ekspor hingga Rp238,37 triliun sepanjang 2024. Sementara industri kerajinan tangan, yang dihuni lebih dari 700 ribu unit usaha, membukukan ekspor sekitar Rp11,03 triliun.

Permintaan global yang terus meningkat membuat kedua sektor ini membutuhkan ekosistem yang lebih kuat agar produk lokal mampu bersaing. Karena itulah dua perusahaan, PT Lurik Prasojo dan CV Agil Craft Indonesia, ditunjuk sebagai operator Holding UMKM klaster Fesyen dan Kerajinan Tangan. Keduanya dinilai memiliki kapasitas dalam mengembangkan jaringan produksi sekaligus menjalankan fungsi inkubasi bagi perajin kecil.

PT Lurik Prasojo selama ini dikenal sebagai penggerak pelestarian wastra nusantara, khususnya lurik, dengan memberdayakan lebih dari 250 perajin perempuan serta puluhan tenaga kerja tetap. Di sisi lain, CV Agil Craft Indonesia telah membangun ekosistem kerajinan tangan bersama 150 perajin, dan mengekspor 95 persen produknya ke berbagai negara seperti Jepang, Belanda, Portugal, dan Afrika Selatan.

“Peran dua perusahaan ini diharapkan menjadi anchor yang dapat menarik pelaku mikro dan kecil untuk berkembang bersama dalam rantai pasok. Semakin kuat kemitraan, semakin besar peluang mereka menembus pasar internasional,” kata Bagus.

Harapan dari Daerah

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menyambut baik peluncuran ini dan menyebut bahwa produk lokal seperti lurik memiliki potensi besar untuk bersaing di luar negeri. Ia menilai kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha akan memperkuat langkah menuju visi Indonesia Emas 2045.

Pemilik Lurik Prasojo, Hanggo Wahyu Amerto, juga menilai kerja sama ini sebagai peluang untuk membawa karya perajin lokal ke pangsa pasar yang lebih besar. “Kolaborasi ini membuat kami mampu mengangkat warisan budaya sebagai komoditas global,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Manager Eksekutif CV Agil Craft Indonesia, Eka Mutiara Sari. Ia optimistis bahwa dukungan dalam pembiayaan dan pendampingan akan memperkuat posisi sektor kerajinan sebagai salah satu pilar penting ekonomi nasional.

Dengan hadirnya Holding UMKM klaster Fesyen dan Kerajinan Tangan, pemerintah berharap pelaku usaha kecil dapat tumbuh lebih kuat dalam sistem yang terhubung, efisien, dan mampu bersaing hingga ke pasar internasional.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan