104 Ribu UMKM Disiapkan untuk Dukung Program 3 Juta Rumah

0
230
104 Ribu UMKM Disiapkan untuk Dukung Program 3 Juta Rumah
104 Ribu UMKM Disiapkan untuk Dukung Program 3 Juta Rumah (Dok Foto: Kementerian UMKM)
Pojok Bisnis

Keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam Program 3 Juta Rumah menjadi langkah nyata untuk mewujudkan pemerataan ekonomi sekaligus memperkuat fondasi pembangunan nasional. Program ini tidak hanya fokus menyediakan hunian layak, tetapi juga membuka ruang partisipasi luas bagi UMKM agar dapat berkontribusi langsung dalam ekosistem perumahan rakyat.

Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, menegaskan bahwa kementeriannya berperan aktif dalam mempersiapkan UMKM agar mampu terlibat dalam Program 3 Juta Rumah secara maksimal.

“Peran UMKM diarahkan pada sisi supply, mulai dari jasa konstruksi hingga penyedia bahan bangunan, sehingga pelaksanaan program bisa berjalan efektif,” ujar Temmy dalam keterangan di Jakarta, Kamis (14/8).

Pemberdayaan UMKM untuk Ekosistem Perumahan

Menurut Temmy, keterlibatan UMKM mencakup berbagai bidang, seperti pengembang dan kontraktor kecil, tukang bangunan, instalasi listrik, plumbing, hingga aplikator rumah pracetak seperti Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) dan Rumah Unggul Sistem Panel Instan (RUSPIN). Selain itu, UMKM juga berperan sebagai supplier material, mulai dari semen, pasir, baja, hingga cat bangunan.

PT Mitra Mortar indonesia

Kementerian UMKM, lanjutnya, akan memperkuat pembinaan dan pendampingan agar UMKM memiliki kapasitas usaha yang memadai. Persyaratan bagi UMKM untuk terlibat dalam program ini juga tidak rumit. Salah satunya hanya perlu memahami prosedur registrasi di SIRENG (Sistem Registrasi Pengembang) dan SIKUMBANG (Sistem Kumpulan Pengembang), serta memiliki kapasitas membangun rumah subsidi.

Untuk memperkuat permodalan, pemerintah menyiapkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan. Dengan bunga 6 persen dan plafon hingga Rp500 juta, fasilitas ini ditujukan bagi UMKM ekosistem perumahan yang terlibat langsung dalam pembangunan.

Berdasarkan data Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT) Kementerian UMKM hingga Agustus 2025, tercatat ada sekitar 104 ribu UMKM yang berpotensi dilibatkan dalam program ini. Dari jumlah tersebut, sekitar 35 ribu bergerak di sektor konstruksi, sementara 69 ribu lainnya merupakan pemasok material bangunan.

“Jika seluruh UMKM ini bisa didorong kapasitasnya, dampaknya akan besar, bukan hanya pada percepatan pembangunan perumahan, tapi juga pada pertumbuhan ekonomi rakyat,” tegas Temmy.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan