UMKM Didorong Aktif Terlibat dalam Rantai Pasok Program MBG

0
219
UMKM Didorong Aktif Terlibat dalam Rantai Pasok Program MBG
UMKM Didorong Aktif Terlibat dalam Rantai Pasok Program MBG (Dok Foto: Kementerian UMKM)
Pojok Bisnis

Keterlibatan pelaku usaha kecil dalam Program MBG (Makan Bergizi Gratis) terus diperluas. Kementerian UMKM mendorong lebih banyak pelaku usaha mikro untuk mengambil bagian dalam rantai pasok penyediaan bahan pangan program nasional tersebut. Program MBG dinilai telah membuka ruang baru bagi pemberdayaan ekonomi warga, khususnya bagi pelaku usaha berskala kecil.

“Program MBG terbukti memberikan dampak luar biasa bagi masyarakat. Sekarang tinggal bagaimana kita mendorong lebih banyak pelaku UMKM agar ikut ambil peran,” ujar Menteri UMKM Maman Abdurahman saat meninjau salah satu UMKM pemasok MBG di Tangerang Selatan, Selasa (29/7).

Maman menilai, Program MBG untuk UMKM tidak hanya memperluas pasar, tetapi juga memperkuat rantai distribusi pangan lokal. Ia mencontohkan sebuah koperasi yang awalnya hanya digerakkan dua orang ibu rumah tangga, kini sudah mempekerjakan lebih dari 100 orang dan mampu menyuplai hingga satu ton sayuran setiap hari ke dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi).

“Kemarin mereka hanya menyuplai untuk Tangerang Selatan, sekarang sudah menjangkau Bogor,” tambah Maman.

PT Mitra Mortar indonesia

Dorong Penguatan Manajemen dan Kualitas Suplai

Menteri Maman mengingatkan pentingnya menjaga standar kualitas dan higienitas bahan pangan, karena kesalahan sedikit saja dapat berdampak pada keberlangsungan Program MBG untuk UMKM. Ia juga meminta pelaku usaha memperkuat sisi manajemen agar kuantitas, kualitas, dan kontinuitas tetap terjaga.

Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian UMKM telah membina 30 pelaku usaha mikro tahap awal agar memenuhi standar sebagai pemasok resmi program MBG. Salah satu mitra binaan, CV ST Jaya Mandiri, menyuplai langsung ke dapur SPPG dan turut membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar.

“Kami berharap, ke depan akan lebih banyak UMKM yang dibina dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” kata Seno Gumelar, Co-founder CV ST Jaya Mandiri.

Tini, salah satu pekerja yang merupakan ibu rumah tangga, mengaku sangat terbantu dengan penghasilannya dari program ini. “Semoga bisa berlanjut terus. Program ini sudah jadi sumber penghasilan utama bagi banyak keluarga,” ujarnya.

Kepala SPPG Khusus Serpong Lengkong Wetan, Nindy Sabrina, juga menekankan pentingnya peran UMKM dalam menjaga kualitas makanan bergizi. SPPG yang ia pimpin mendapat predikat “SPPG Ramah UMKM” karena mayoritas pasokannya berasal dari pelaku usaha kecil.

“Setiap hari kami memasak hingga 3.500 porsi. Tanpa dukungan UMKM, itu tidak mungkin tercapai,” kata Nindy.

Dukungan terhadap keberlanjutan Program MBG untuk UMKM juga ditegaskan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. Menurutnya, UMKM dari berbagai daerah sudah mulai terlibat aktif, dan pemerintah akan terus membuka ruang seluas-luasnya bagi mereka untuk terlibat secara langsung dalam pemenuhan gizi masyarakat.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan