Kaus Print DTG Bermotif Art Banyak Dicari Anak Muda

0
56
Kaos DTG (dok bengkelprint.com)

 

Kaus memang identik dengan anak muda, apalagi jika kaus yang dibuat unik dan berbeda dengan kaus kebanyakan sehingga penggunanya menjadi pusat perhatian. Kaus unik yang memajang berbagai kata-kata lucu untuk motifnya memang sudah biasa, karena sudah banyak pelaku usaha yag membuat kaus semacam itu. Namun baru-baru ini muncul inovasi terbaru dari design kaus yaitu kaus dengan bentuk lukisan (art) yang abstrak yang menggambarkan kebebasan anak muda dalam berekspresi. Jika biasanya gambar-gambar abstrak tersebut dituangkan ke dalam kanvas, namun dengan tujuan untuk membuat sesuatu yang berbeda khas anak muda maka lukisan tersebut dituangkan ke dalam kaus dan ternyata sangat menarik dan banyak diminati.

Sebenarnya untuk menjalankan usaha ini tidak terlalu sulit dan dapat dilakukan dengan modal awal sekitar Rp 1,6 juta. Modal digunakan untuk membeli bahan baku berupa kaus 100% cotton dan peralatan print DTG (Direct to Garment Printer). Dipilihnya print DTG dalam proses pencetakan kaus ini karena print DTG dapat menghasilkan gambar yang lebih tajam dan juga rapi sehingga sesuai dengan keinginan.

Modal yang sangat dibutuhkan dalam menjalankan usaha ini bukanlah dana melainkan keahlian dan jiwa seni yang dimiliki oleh pelaku usaha. Hal tersebut, penting karena desain gambar yang akan dituangkan dalam kaus adalah model gambar abstrak  (art), dan tidak banyak orang dapat melakukan hal tersebut sehingga gambar yang dibuat berbeda dari gambar kaus kebanyakan.

Kaus Art. Kaus dengan desain art ini memang sangat berbeda dari kaus pada umumnya yang lebih memilih gambar yang indah dan mudah dimengerti oleh setiap orang yang melihatnya. Keunggulan kaus art ialah gambarnya yang unik dan artistik sehingga banyak orang akan terus melihat gambar kaus tersebut untuk mencari tahu apa makna dari gambar yang dituangkan ke dalam kaus.

Motif art kebanyakan mucul dari kejenuhan terhadap susuatu yang ada sehingga dituangkan ke dalam sebuah gambar. Sedangkan tema yang banyak diangkat pada gambar kaus ini kebanyakan adalah yang bertemakan sosial atau yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya pada gambar/motif yang diberi nama the horror the madness yang menceritakan tentang kehancuran alam akibat ekspoitasi lingkungan lalu ada model gambar art yang bertemakan high-magination mengambarkan seorang gadis yang tengah fly akibat mengonsumsi minuman keras dan narkoba, tema milkyway yaitu susu yang tumpah ke tengah jalan dan masih banyak lagi. Biasanya tema tersebut tertuang tanpa imajinasi, atau bisa juga menuangkan tema alam yang dilukiskan pada gambar desain kaus.

Karena pangsa pasar kaus art ini adalah muda, maka harga yang ditawarkan sebesar Rp 125 ribu untuk semua ukuran. Bahan kaus yang digunakan untuk membuat kaus art ini adalah bahan catton kombad yang tidak panas ketika dipakai.

Cara Produksi. Sebelum melangkah pada tahap pembuatan produk,  sebaiknya terlebih dahulu menyiapkan beberapa bahan baku dan peralatan. Bahan baku tersebut meliputi bahan 100% cotton, seperangkat computer dan mesin print DTG agar desain pada kaus lebih terlihat hidup. Harga kaus 100% cotton Rp 360 ribu per lusin, tinta DTG warna LC & LM Rp 150 ribu per 100 ml, tinta DTG Taiwan CMYK colors Rp 175 ribu per 100 ml, pembersih DTG yang sering digunakan merek Cleaning Solution Dupont Usa  Rp 100 ribu per 100 ml, dan Daily Cleaning Solution Taiwan  Rp 40 ribu per 100 ml.

Biasanya untuk mendapatkan bahan baku kaus ini sangat mudah, beberapa pusat grosir menjual bahan baku pembuatan kaus ini dengan harga yang terjangkau seperti Pasar Regional Tanah Abang Blok A Lantai Ground  Los EF No. 21 Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sedangkan tinta DTG dapat diperoleh di Toko Hobby Print Ruko Mutiara Taman Palem Blok A19 No. 1 Cengkareng, Jakarta Barat (Komplek Carrefour Mall Taman Palem). Kedua lokasi ini banyak menyediakan semua kebutuhan bahan baku yang diperlukan untuk membuat kaus art tersebut.

Setelah semua siap, baru masuk ke proses pembuatan. Langkah-langkah untuk membuat  kaus art ini sangat mudah, pertama gambar terlebih dahulu desain art di atas sebuah kertas, kemudian gambar tersebut di-scan, kemudian gambar dirapikan dengan menggunakan software grafis yang ada di dalam komputer dan bila sudah rapi maka tahap terakhir ialah gambar tersebut dicetask dengan menggunakan print DTG.

Proses pembuatan kaus art ini bisa dibilang memakan waktu lama yaitu untuk sebuah kaus  bisa dikerjakan dalam waktu sekitar 1-3 hari untuk semua prosesnya muali dari membuat desain hingga diprint dan proses yang memakan waktu lama ialah proses pembuatan desain abstraknya.

Pemasaran. Dalam menjalankan usaha ini, cara yang tepat untuk mempromosikannya dengan memperkenalkan kepada teman-teman terdekat. Selain itu, bisa juga dengan mengikuti beberapa event seperti pameran di PPKI (Pekan Produk Kreatif), Pameran Inacraft, pameran di SMESCO, dan lain-lain. Cara ini seperti sangat bagus agar calon pembeli dapat lihat langsung kualitas kaus yang dibuat.

Dengan berbagai sistem pemasaran yang dilakukan, kini produk kaus art ini sudah dikenal di beberapa daerah seperti Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Kebanyakan mereka menyukai produk kaus ini karena desainnya yang berbeda dari kaus umumnya. Banyaknya peminat kaus ini menjadikan permintaan terhadap kaus dengan desain art lumayan yaitu minimal 48 pcs kaus art per bulan dengan omset yang mampu diraup sekitar Rp 6 juta.

 

oleh: Emiro Johannes, Pemilik Emiro Art Work

Jl. Kucici 13 JF 16 No. 9 Bintaro Jaya, sektor 9, Jakarta Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.